JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Israel menghadapi bencana kebakaran hutan terparah dalam satu dekade terakhir. Kebakaran yang melanda perbukitan di sekitar Yerusalem sejak Rabu (30/4/2025) telah memaksa evakuasi ribuan warga, menutup jalan utama, dan mengganggu peringatan Hari Peringatan Nasional serta Hari Kemerdekaan negara tersebut.
Status Darurat Nasional Ditetapkan
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan situasi ini sebagai “darurat nasional” dan memerintahkan pengerahan penuh militer untuk membantu pemadaman api. Pasukan Pertahanan Israel (IDF), unit penyelamat, serta Angkatan Udara dikerahkan untuk mendukung upaya pemadaman yang telah melibatkan lebih dari 160 tim pemadam kebakaran dan 12 pesawat pemadam.
# Baca Juga :Damai di Samping Anak-anak Namun Hiu Serang Prajurit Israel, Netizen: “Hiu Tahu Mana yang Harus Dimakan”
# Baca Juga :Tragedi Gaza: Koki Pahlawan Mahmoud Almadhoun Dibunuh Drone Israel, Ribuan Pengungsi Kehilangan Harapan
# Baca Juga :BREAKING NEWS: Israel Serang Fasilitan Nuklir Iran di Isfahan, Video Ledakan di Lokasi Serangan Beredar Luas
# Baca Juga :Iran Hujani Israel dengan Ratusan Rudal dan Drone, Lalu dari Mana Suplai Persenjataan Canggih Tersebut?
Evakuasi Massal dan Infrastruktur Lumpuh
Kebakaran yang dipicu oleh suhu tinggi dan angin kencang telah menyebar dengan cepat, memaksa evakuasi lebih dari 7.000 warga dari setidaknya 10 komunitas, termasuk Neve Ilan, Shoresh, dan Mishmar Ayalon. Jalan tol utama yang menghubungkan Yerusalem dan Tel Aviv, Highway 1, ditutup total setelah asap tebal dan api mengancam keselamatan pengguna jalan. Banyak pengendara terpaksa meninggalkan kendaraan mereka dan melarikan diri dengan berjalan kaki.
Korban dan Dampak Kesehatan
Setidaknya 18 orang, termasuk dua wanita hamil dan dua bayi, dirawat di rumah sakit akibat inhalasi asap dan luka bakar. Selain itu, 12 petugas pemadam kebakaran mengalami cedera ringan selama operasi pemadaman. Kualitas udara di Yerusalem dilaporkan menjadi yang terburuk di dunia selama kebakaran berlangsung.
Bantuan Internasional dan Dugaan Pembakaran
Israel telah meminta bantuan internasional untuk mengatasi kebakaran ini. Italia dan Kroasia telah mengirimkan pesawat pemadam, sementara negara-negara seperti Prancis, Inggris, dan Yunani telah menyatakan kesediaan untuk membantu. Sementara itu, beberapa individu telah ditangkap atas dugaan pembakaran yang disengaja, dengan laporan bahwa Hamas menyerukan aksi pembakaran melalui media sosial.









