Hilirisasi CPO Diperkirakan Bisa Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru di Kalteng

PALANGKARAYA, Kalimantanlive.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah diharapkan bisa mengoptimalkan fasilitas pendukung dalam usaha pengembangan industri hilir sawit untuk produk Crude Palm Oil atau CPO yang menjadi salah satu andalan di Bumi Tambun Bungai.

Pembangunan Kawasan Industri seperti produk Crude Palm Oil atau CPO merupakan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Kalimantan Tengah.

Berkembangnya industri hilir seperti produk CPO tersebut diharapkan bisa dioptimalkan dengan membangun infrastruktur yang menjadi fasilitas pendukung pengembangan industri hilir tersebut.

Bukan hanya itu, banyak hal yang bisa dilakukan agar hilirisasi di Kalteng bisa tumbuh secara optimal salah satunya dengan memperkuat iklim investasi juga penyempurnaan regulasinya.

Hal itu mencuat saat digelarnya, kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025 dengan tema “Batang Gawi, Bersama Pertanian Kalteng Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional”.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Pertemuan Lantai 4 Gedung BI Kalteng, pada Rabu (30/4/2025).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah atau KPw BI Kalteng, Yuliansah Andrias, dalam kegiatan tersebut mengungkapkan,

Untuk menumbuhkan sektor hilirisasi di Kalteng diperlukan penguatan iklim investasi, penyempurnaan regulasi, dan pembangunan infrastruktur pendukung.

Ini kata dia, agar sumber pertumbuhan ekonomi baru di Kalteng tersebut bisa semakin optimal dalam pelaksanaanya.

Industri manufaktur seperti hilirisasi CPO diperkirakan dapat menjadi sumber pertumbuhan baru di Kalimantan Tengah,.

Ini kata dia, perlu didorong melalui penguatan iklim investasi, pengembangan ekosistem industri, dan penguatan peran pembiayaan,

“ Sedangkan, tantangan utama investasi industri di daerah terkait dengan regulasi dan infrastruktur,” uangkapnya.

Dia memperkirakan, ekonomi Kalteng tahun ini pertumbuhannya diperkirakan melambat. “Ini akibat penurunan ekspor dan perlambatan di sektor konstruksi,” ujarnya.

Baca Juga :BI Kalteng Rekomendasikan Enam Kunci Prioritas Majukan Ekonomi dan Jaga Stabilitas Inflasi

Baca Juga :Berdedikasi dan Berkontribusi Baik, Deputi Gubernur BI Apresiasi Mantan KpwBI Kalteng Taufik Saleh

Demikian juga dengan perekonomian nasional pada 2025 ini diperkirakan masih ditopang permintaan domestik. ” Khususnya konsumsi rumah tangga dan kebijakan fiskal,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Sri Widanarni yang hadir mewakili Gubernur Kalteng.

Saat membacakan sambutan gubernur dia mengungkapkan, berdasarkan Perhitungan BPS Produksi Padi 2023-2024 dan target produksi 2025 terjadi peningkatan sebesar 30 persen.