KALIMANTANLIVE.COM – Pada 30 April 2025, Israel terjebak dalam dua bencana alam spektakuler sekaligus: badai pasir dahsyat di selatan dan kebakaran hutan masif antara Yerusalem dan Tel Aviv. Gabungan dua elemen ekstrem—api dan pasir—memaksa pemerintah menyatakan darurat nasional dan menarik perhatian dunia.
# Baca Juga :Israel Dilanda Kebakaran Terbesar dalam Satu Dekade: Yerusalem Terancam, Ribuan Dievakuasi
# Baca Juga :Damai di Samping Anak-anak Namun Hiu Serang Prajurit Israel, Netizen: “Hiu Tahu Mana yang Harus Dimakan”
# Baca Juga :Tragedi Gaza: Koki Pahlawan Mahmoud Almadhoun Dibunuh Drone Israel, Ribuan Pengungsi Kehilangan Harapan
# Baca Juga :BREAKING NEWS: Israel Serang Fasilitan Nuklir Iran di Isfahan, Video Ledakan di Lokasi Serangan Beredar Luas
Badai Pasir Mengerikan di Beersheba & Negev
Gurun Negev dan kota Beersheba diselimuti awan debu tebal yang mengurangi jarak pandang mendekati nol. Video viral menunjukkan langit menjelma jingga pekat, sementara angin kencang hampir merobohkan gerbang Pangkalan Militer Shivta. Warga terpaksa menutup rapat pintu dan menunda aktivitas luar ruangan demi keselamatan.
Kebakaran Hutan Terbesar dalam Satu Dekade
Di kawasan antara Yerusalem dan Tel Aviv, lebih dari 20.000 dunam hutan hangus terbakar akibat suhu ekstrem dan hembusan angin kencang. Ribuan warga dari Neve Ilan, Shoresh, dan Yad Hashmona dievakuasi darurat. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu segera menetapkan status darurat nasional dan meminta dukungan internasional untuk memadamkan kobaran api.
Hari Kemerdekaan ke-77 Terpaksa Dibatalkan
Pesta kemerdekaan yang biasanya meriah pada awal Mei terpaksa diganti dengan siaran ulang rekaman seremonial. Presiden Isaac Herzog menegaskan bahwa kebakaran ini bukan sekadar musibah lokal, melainkan pertanda krisis iklim global yang harus segera diatasi.








