Hal serupa disampaikan oleh Agus Maiyo dari OJK, yang menekankan pentingnya akses keuangan inklusif bagi petani demi peningkatan produksi dan kesejahteraan.
Dari hasil panen yang diukur tim penyuluh pertanian, produktivitas rata-rata mencapai 6,1 ton per hektare gabah kering panen (GKP), angka yang dinilai sangat memuaskan untuk lahan pasang surut yang sebelumnya rawan genangan dan tidak produktif.
Kegiatan ini juga diisi dengan penanaman simbolis padi apung oleh para pejabat, kuis interaktif untuk masyarakat, serta penyerahan bantuan alat pertanian senilai Rp1,9 miliar dari Pemprov Kalsel kepada Kabupaten HSS.
Program ini diharapkan menjadi percontohan nasional dalam pemanfaatan lahan rawa untuk pertanian, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Sumber: MC Kalsel







