KUALA KAPUAS, KALIMANTANLIVE.COM – Bencana maut kembali menimpa aktivitas tambang emas tradisional. Empat penambang emas ditemukan tewas setelah tertimbun longsor di Desa Marapit, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Selasa (29/4/2025) sekitar pukul 14.30 WIB.
Kejadian tragis itu terjadi saat para korban sedang menambang emas secara manual di tengah guyuran hujan gerimis. Sayangnya, laporan baru diterima oleh BPBD Kapuas dua hari setelah kejadian, yakni pada Kamis (1/5/2025).
# Baca Juga :Cuaca Ekstrem Ancam Arus Mudik 2025: Waspada Banjir dan Longsor!
# Baca Juga :Prediksi Cuaca Selasa, 21 Januari 2025, BMKG: Kalimantan Selatan Waspada Banjir dan Tanah Longsor!
# Baca Juga :BPBD Kotabaru Tangani Lima Bencana Akibat Cuaca Ekstrem, Termasuk Banjir dan Longsor
# Baca Juga :BPBD Balangan Gelar Apel Siaga Bencana Banjir, Putih Beliung dan Tanah Longsor
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas, Ahmad M. Saribi, membenarkan insiden tersebut. Ia mengungkapkan bahwa proses evakuasi dilakukan secara darurat oleh warga setempat menggunakan peralatan seadanya. Keempat korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Daftar Korban Meninggal Dunia:
Yunedi (46) – Buruh harian lepas, warga Desa Pujon, Kapuas Tengah
Gasi (48) – Pekerja swasta, warga Terusan Raya, Bataguh
Sarip (35) – Petani, warga Sei Jangkit, Bataguh
Padli (25) – Pekerja swasta, warga Terusan Raya, Bataguh
Saribi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas tambang di musim penghujan yang rawan longsor. Ia turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap peristiwa serupa tak terulang kembali.
“Kami harap masyarakat lebih berhati-hati. Kondisi tanah yang labil di musim hujan sangat berisiko bagi aktivitas tambang manual,” ujarnya.









