BALIKPAPAN, KALIMANTANLIVE.COM – Laut Panajam kembali berduka. Tragedi memilukan terjadi saat Kapal Motor Penumpang (KMP) Muchlisa tenggelam di perairan Teluk Balikpapan, Senin sore (5/5/2025) pukul 15.15 WITA. Dalam detik-detik menegangkan, Anak Buah Kapal (ABK) berjuang mati-matian menahan derasnya air yang masuk ke lambung kapal, namun takdir berkata lain—kapal karam, dua orang masih dinyatakan hilang.
KMP Muchlisa yang mengangkut 23 penumpang dan 21 kru dalam pelayaran rutin dari Balikpapan menuju Penajam mengalami kerusakan fatal pada bagian propeller. As kapal dilaporkan patah, memicu kebocoran besar yang membuat air laut masuk tanpa ampun ke dalam kapal.
# Baca Juga :Hilang Beberapa Hari, Nelayan Diduga Tenggelam Ditemukan di Perairan Labuan Mas Kotabaru
# Baca Juga :Remaja Tenggelam di Sungai Halong Akhirnya Ditemukan, 11 KM dari Lokasi Kejadian
# Baca Juga :Seorang Remaja di Halong Dikabarkan Tenggelam, Pencarian Masih Dilakukan
# Baca Juga :Pelajar Tenggelam di Sungai Manunggul, Polsek Sungai Durian Kotabaru Tingkatkan Edukasi Keselamatan
Dalam kondisi genting, para ABK berupaya keras menambal lambung kapal dan menjaga keseimbangan agar kapal tetap mengapung. Sayangnya, usaha itu gagal. Kapal akhirnya tenggelam dan menyisakan kepanikan luar biasa.
Kepala Kantor SAR Balikpapan, Dody Setiawan, mengungkapkan bahwa dari total 44 orang di atas kapal, 42 berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Namun, dua ABK masih belum ditemukan dan diduga kuat terjebak di badan kapal yang telah tenggelam ke dasar laut.
“Proses pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Sempat dihentikan karena cuaca buruk, pencarian kembali dilanjutkan pagi ini,” ujar Dody dalam keterangan pers.
Penyelidikan menyeluruh kini tengah dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti tenggelamnya KMP Muchlisa. Dugaan awal mengarah pada kegagalan teknis, namun kemungkinan adanya kelalaian juga tidak ditutup.







