Terkait pendanaan, Dedi menyebutkan bahwa tahap awal menggunakan dana operasional kepala daerah. Namun ke depannya, program akan dibiayai oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat yang telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 6 miliar.
“Untuk awal, saya tangani teknisnya. Tapi karena jumlah peserta terus meningkat, anggarannya nanti akan ditangani Dinas Pendidikan. Dana itu digunakan untuk kebutuhan seragam, makan, minum, hingga honor pelatih TNI,” ungkap Dedi.
Ia menambahkan, dana tersebut masih bersifat cadangan dan penggunaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan aktual di lapangan.
“Anggaran itu baru akan digunakan sesuai kebutuhan. Perhitungan akan dilakukan berdasarkan jumlah peserta,” pungkasnya.
(kalimantanlive.com/kompas/DediMulyadi71/berbagai sumber)
editor : TRI







