Memasuki babak kedua, Inter kembali unggul lewat gol kedua Dumfries pada menit ke-63. Namun, Barcelona kembali merespons cepat. Hanya dua menit kemudian, gol dramatis tercipta setelah tembakan keras Raphinha membentur mistar, memantul, dan masuk setelah mengenai punggung kiper Yann Sommer, membuat skor menjadi 3-3.
Laga kemudian dilanjutkan ke perpanjangan waktu, dan di sini Inter akhirnya mencetak gol penentu. Henrikh Mkhitaryan, yang sempat mencetak gol yang dianulir sebelumnya, tampil sebagai pahlawan dengan gol di menit ke-117, memanfaatkan kelengahan lini belakang Barcelona.
BACA JUGA: Arsenal Vs PSG Malam Ini: The Gunners Butuh & Magis Emirates & Demi Tiket Final Liga Champions!
Gol itu mengakhiri perjuangan keras Barcelona, dengan Inter keluar sebagai pemenang 4-3 di leg kedua dan 7-6 secara agregat, memastikan mereka melaju ke final.
Meski kalah, sorotan tetap tertuju pada Lamine Yamal yang tampil impresif. Performanya yang luar biasa memberikan harapan besar untuk masa depan Barcelona.
Namun, kali ini, sepak bola kembali menunjukkan bahwa kemenangan adalah hasil dari kerja tim, bukan hanya individu.
Inter, meski datang dengan catatan buruk sebelumnya, menunjukkan kedewasaan dan kualitas sebagai tim besar di Eropa. Mereka memanfaatkan celah yang ada di pertahanan Barcelona dan mengukuhkan diri mereka sebagai pesaing kuat di panggung Eropa.








