PALANGKARAYA, Kalimantanlive.com – Pelayanan kesehatan untuk warga Kalimantan Tengah yang bermukim di daerah pelosok masih menjadi keluhan banyak warga.
Kondisi tersebut setelah anggota DPRD Kalteng melakukan reses untuk menyerap aspirasi warga yang tinggal di daerah pelosok Bumi Tambun Bungai.
Kondisi pelayana kesehatan di daerah pelosok Kalimantan Tengah masih terjadi kesenjangan dengan pelayanan kesehatan yang ada di perkotaan sehingga menyulitkan warga pelosok untuk mendapatkan pelayanan yang diinginkan.
Hal itu diungkapkan, Wakil Ketua (Waket) Komisi III DPRD Kalteng, Tomy Irawan, Selasa (6/5/2025) yang menyoroti terkait pelayanan kesehatan untuk daerah pelosok tersebut.
Kader Partai Amanat Nasional ini mendorong pemerintah daerah lebih memprioritaskan pelayanan kesehatan di wilayah pedalaman, sehingga tidak terjadi kesenjangan.
Pasalnya, selama ini ada begitu banyak keluhan dari masyarakat di daerah terpencil yang belum mendapatkan akses kesehatan memadai.
Tomy mengatakan, dia mendapat informasi masih banyak warga di pedalaman yang harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan layanan medis dasar.
“Ini bukan hal yang bisa kita abaikan begitu saja, sehingga saya mendorong agar pelayanan kesehatan ini ditingkatkan agar tidak senjang,” ujarnya.
Dikatakan dia, pembangunan di sektor kesehatan harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya terfokus di daerah perkotaan.
Menurutnya, keberadaan fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan tenaga medis profesional sangat penting untuk menjamin kualitas hidup masyarakat pedalaman.
Baca Juga :Anggaran Perbaikan Jalan Lingkar Selatan Sampit Minim, Jadi Sorotan Anggota DPRD Kalteng
Baca Juga : Abrasi Pantai Desa Sungai Damar Sukamara Parah, Anggota DPRD Kalteng Ini Minta Dibangun Pemecah Ombak
Tomy juga menyoroti pentingnya pemerataan distribusi alat kesehatan, obat-obatan, serta pelatihan berkelanjutan bagi tenaga medis di daerah.
Dia mengaharapkan, kebijakan dan anggaran diarahkan untuk mengurangi kesenjangan tersebut.
“Tidak boleh ada lagi warga Kalteng yang merasa tertinggal dalam hal pelayanan kesehatan ini, seperti yang dikeluhkan warga pelosok,” ujarnya.







