KALIMANTANLIVE.COM – Polytron resmi menggebrak pasar otomotif Tanah Air dengan merilis mobil listrik perdananya, G3 dan G3+, pada Selasa (6/5/2025). Dua model bergaya SUV ini langsung mencuri perhatian publik dengan banderol harga yang cukup kompetitif, mulai dari Rp 299 juta dengan skema sewa baterai, dan Rp 419 juta jika membeli lengkap dengan baterai.
Kehadiran G3 dan G3+ menandai tonggak sejarah baru, karena menjadi mobil listrik pertama yang dirilis oleh merek asli Indonesia. Meski begitu, pihak Polytron belum bersedia menyematkan label “mobil nasional” pada produk ini.
# Baca Juga :Persaingan Mobil Listrik Memanas, Merek Baru Siap Ramaikan Pasar Indonesia
# Baca Juga :PEVS 2025 Akan Segera Digelar, Deretan Mobil Listrik Terbaru Siap Memukau Pengunjung!
# Baca Juga :Wuling Luncurkan 3 Mobil Listrik di Indonesia, Dilengkapi Garansi Seumur Hidup!
# Baca Juga :Seres Uji Coba Mobil Listrik Terbaru, Siap Rilis di PEVS April 2025
Hariono, CEO Polytron, menegaskan bahwa penyematan status “mobil nasional” masih harus didiskusikan lebih lanjut karena belum ada definisi yang jelas.
“Tergantung definisinya mobil nasional itu apa. Kalau yang dimaksud adalah mobil buatan lokal, ya betul, Polytron memang brand Indonesia. Tapi kalau bicara soal ‘mobil nasional’, masih belum jelas maknanya,” ujar Hariono saat peluncuran di Jakarta.
Ia menambahkan bahwa secara produksi, G3 dan G3+ memang sudah dirakit di Indonesia, tepatnya di Purwakarta. Meski demikian, proses manufaktur saat ini belum dilakukan di fasilitas milik Polytron sepenuhnya.
“Untuk sekarang masih belum di fasilitas sendiri, tapi kalau permintaan pasar tinggi, kami tidak menutup kemungkinan untuk memproduksi sendiri ke depannya,” imbuhnya.







