KALIMANTANLIVE.COM – Pergantian pucuk pimpinan Perum Bulog menjadi sorotan publik. Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian, akhirnya buka suara dan mengungkap alasan mengejutkan di balik pencopotan Direktur Utama (Dirut) Bulog sebelumnya.
Menurut Sam, keputusan tersebut diambil karena Dirut Bulog sebelumnya dianggap tidak mampu mengikuti ritme kerja dan percepatan target yang ditetapkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
# Baca Juga :Banjarbaru Jamin Stok Beras Aman, Harga Tetap Stabil Lewat Kerja Sama dengan BULOG
# Baca Juga :Dinas PKP Kalsel Tegaskan BULOG Tidak Beli Gabah dari Tengkulak
# Baca Juga :Bulog Targetkan Penyerapan 6.350 Ton Gabah di Kalsel untuk Dukung Ketahanan Pangan
# Baca Juga :Harga Gabah Melonjak ke Rp 6.500, Bulog: Petani Siap Panen Berlimpah 2025!
“Contoh saja, Bulog kemarin belum bisa mengikuti irama. Jadi terpaksa dicari yang bisa mengikuti kecepatan kerja sekarang,” ujar Sam saat berbicara di acara Mata Lokal Fest di Jakarta, Kamis (8/5/2025).
Sam mencontohkan kasus lambatnya proses pengadaan pupuk yang sempat menghambat produktivitas beras. Proses tersebut disebut harus melalui penyesuaian dengan 145 aturan, dari level Menteri Koordinator hingga desa, yang memperlambat kinerja.
Melihat kondisi tersebut, Presiden Prabowo meminta adanya penyederhanaan aturan teknis distribusi pupuk. Kini, cukup satu tanda tangan dari Menteri Pertanian untuk mendistribusikan pupuk ke petani.
“Ada permintaan, langsung tunjuk. Kalau dirutnya tidak bisa menjalankan, ya dipindah,” tegas Sam.
Pergantian pucuk pimpinan Bulog resmi dilakukan pada Februari 2025 melalui SK Menteri BUMN Nomor SK-30/MBU/02/2025. Dalam keputusan tersebut, posisi Dirut yang sebelumnya dijabat oleh Wahyu Suparyono digantikan oleh Mayor Jenderal TNI Novi Helmy Prasetya. Sedangkan posisi Direktur Keuangan berpindah dari Iryanto Hutagaol ke Hendra Susanto.
Wahyu sendiri diketahui baru menjabat sejak September 2024, menggantikan Bayu Krisnamurthi. Sementara Iryanto diangkat sebagai Dirkeu Bulog pada Oktober 2024.










