Wow ! Lala Mariska Mendadak Muncul di MK, Beber Kejadian Jalan Bangau Muara Teweh Barito Utara, Nama Penting Disebut

MUARA TEWEH, KALIMANTANLIVE.COM – Jakarta, Lala Mariska salah satu dari 9 orang yang digerebek dalam kegiatan politik uang tanggal 14 Maret 2025 lalu di Muara Teweh dan kemudian “menghilang”, secara tiba-tiba muncul di sidang Mahkamah Konstitusi, pada hari ini 8 Mei 2025, Pagi.

Lala Mariska adalah orang yang dalam vidio penggerebekan paling awal disorot kamera handphone perekam. Ia saat itu terekam sedang berada dipintu masuk rumah tempat kegiatan money politics di jalan simpang Pramuka Muara Teweh. Ia mengenakan baju warna kuning bercelana hitam dengan wajah dicadari

BACA JUGA : Sidang PN Muara Teweh, Widi Ternyata Tahfiz Qur’an, Lala Mariska : Ada Briefing Di Jalan Bangau Dan Sosok Lelaki Kemeja Hijau

Sejak para pelaku money politics diamankan oleh Kepolisian sampai kasusnya masuk di persidangan Pengadilan Negeri Muara Teweh, Lala tidak diketahui keberadaannya. Padahal dalam persidangan di Pengadilan Negeri saat itu, nama Lala Mariska disebut sebagai yang menyampaikan kepada Gakkumdu adanya kegiatan briefing di Jalan Bangau.

“Ijin yang Mulia, saya ingin menyampaikan bahwa saya adalah salah satu dari 9 orang yang diamankan pada peristiwa penggerebekan pada tanggal 14 Maret 2025,” kata Lala kepada Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK).

Lala Mariska mengaku di muka Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi, bahwa dia melihat secara langsung adanya Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara nomor urut 2 Akhmad Gunadi Nadalsyah dan Sastra Jaya saat dilakukan kegiatan pengarahan (briefing) sebelum melakukan praktik politik uang tanggal 14 Maret itu. Dengan demikian, Lala Mariska dalam kesaksian ini adalah saksi mata yang melihat langsung Paslon dalam diduga perencanaan politik uang.

“Pada sebelum tanggal 14 Maret 2025, Widiana Triwibowo mengajak saya mengikuti briefing di rumah Hj. Mery Rukaini yang berada di Jalan Bangau,” ungkap Lala.

Selanjutnya Lala menceritakan, saat itu ia melihat puluhan mobil dan belasan motor yang sudah terparkir. Disitu Lala bertemu dengan Widiana Triwibowo di halaman rumah tersebut kemudian mereka berdua masuk.

“Ternyata dalam rumah tersebut sudah ada 20 an orang lebih yang duduk,” kata Lala.

Selanjutnya mereka duduk beberapa menit disitu. Lalu, masih dalam kesaksian Lala, datanglah rombongan Akhmad Gunadi Nadalsyah dan Sastra Jaya yang kemudian duduk. Selanjutnya seseorang laki-laki mengarahkan mereka untuk briefing.

“Pak Sastra Jaya (Calon Wakil Bupati) briefing, lalu kami diarahkan membagi uang dan Takjil dan dibagikan tugas,” kata Lala.

Hakim Ketua, Suhartoyo, menanyakan apa briefing Sastra Jaya saat itu? Lala menjawab, “Isi dari briefing itu kami diarahkan untuk membagikan uang dan takjil dan tugas kami masing-masing di lokasi tempat kejadian yang berbeda-beda Pak,” jelas Lala.

Menariknya dalam briefing itu diceritakan Lala, ada semacam simulasi tata cara bagaimana Lala melakukan tugasnya nanti menggeledah setiap orang yang datang pada tanggal 14 Maret nantinya, saat melakukan money politics dan diperagakan oleh seorang ibu-ibu.

Nama yang muncul juga saat kesaksian Lala adalah Ratnasiah. Ratnasiah adalah Ibu dari terpidana Politik uang Widiana Triwibowo yang telah dijatuhi hukuman selama 3 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Muara Teweh. Disebut-sebut dalam sidang sebelumnya, Ratnasiah adalah PNS di Kantor Pemerintah Daerah setempat.