JAYAPURA, KALIMANTANLIVE.COM – Insiden mengejutkan terjadi di Lapas Kelas IIB Nabire, Papua Tengah, Jumat (9/5/2025). Bukannya mendapat kerja sama, sejumlah polisi dari Satuan Reskrim Polres Nabire justru diserang oleh narapidana saat hendak melakukan olah TKP terkait kasus kaburnya tiga tahanan.
Penyerangan brutal ini dikonfirmasi langsung oleh Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Alfred Papare. Ia menyebut, para anggota polisi sempat dikeroyok dan dilempari batu oleh sejumlah napi yang diduga tidak terima dengan kehadiran aparat penegak hukum di lingkungan lapas.
# Baca Juga :Sidang Peristiwa Tugboad di PN Muara Teweh Dalam Sorotan, Muncul Nama Diduga Oknum Polisi
# Baca Juga :Jeritan Minta Tolong Pecahkan Keheningan! Ternyata Oknum Polisi Aniaya Mantan Pacar di Kosan
# Baca Juga :Dua Oknum Polisi di Semarang Peras Remaja Rp 2,5 Juta, Terancam Dipecat dan Penjara 9 Tahun!
# Baca Juga :Pengakuan Mengejutkan! Sopir Taksi Klaim Dipukul Oknum Polisi Setelah Bongkar Kasus Penembakan di Kalteng
“Benar, dua anggota kami dikeroyok dan dianiaya saat hendak menyelidiki kaburnya tiga narapidana dari Lapas Nabire,” ungkap Brigjen Alfred dalam keterangannya, Sabtu (10/5/2025).
Insiden kekerasan ini menyebabkan satu anggota polisi mengalami luka serius di kepala, sementara beberapa lainnya mengalami memar dan cedera ringan. Bahkan, sejumlah warga binaan juga dilaporkan terluka dalam kekacauan tersebut.
Polisi Diserbu Saat Tangani Kasus Tahanan Kabur
Tiga narapidana sebelumnya dilaporkan melarikan diri dari Lapas Nabire pada Kamis (8/5/2025), memicu langkah cepat penyelidikan dari pihak kepolisian. Namun ketika tim Reskrim tiba di lokasi untuk melakukan investigasi, situasi justru berubah menjadi kacau.
Batu-batu melayang ke arah aparat, dan beberapa narapidana terlibat langsung dalam penganiayaan terhadap petugas. Beruntung, petugas lapas segera turun tangan dan berhasil mengevakuasi anggota polisi yang menjadi sasaran pengeroyokan.







