BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Hifridha Sari adalah pelajar berprestasi yang penuh semangat dan cita-cita besar. Dia beberapa kali memenangkan lomba akuntasi, jambore Nasional Generasi Hijau dan Parlemen Remaja DPR ri hingga mendirikan bimbel Telaga Ilmu sebagai pengabdian masyarakat di umurnya yang masih 17 tahun.
Ia baru saja lulus SMA di MAN 2 Kota Banjarmasin pada Mei 2025 dan diterima kuliah, ia belum sempat benar-benar memulai perjalanan pendidikannya. Namun semua itu terhenti karena sebuah kecelakaan tabrak lari yang pelakunya kabur tanpa tanggung jawab.
“Sebagai teman dekat dan juga saksi kejadian, saya melihat langsung betapa berat kondisi Hifridha. Luka di kepala, patah tulang bahu, dan tangan yang tak bisa digerakkan jadi saksi bisu kejahatan yang tak berperikemanusiaan itu. Hifridha kini dirawat intensif tanpa jaminan kesehatan, dan biaya pengobatan terus bertambah. Kami hanya ingin satu: keadilan ditegakkan, dan Hifridha bisa pulih dan kembali mengejar mimpinya,” tutur teman dekatnya, Sabtu (10/5/2025).

Insiden tabrakan tersebut terjadi pada, Jumat, 9 Mei 2025, pukul 13.40 Wita. Hifridha Sari, seorang pelajar baru saja lulus dari MAN 2 Banjarmasin, menjadi korban kecelakaan tabrak lari yang sangat memilukan. Mobil Hilux dengan plat nomor DA 8636 JK diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut, melarikan diri setelah menabrak motor yang dikendarai Hifridha di Jalan Tol (Lingkar Selatan) Gambut arah ke Banjarbaru.
Kondisi motor Hifridha sangat parah, terutama bagian depan yang rusak berat. Korban ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri dengan luka serius di kepala dan patah tulang selangka. Kecelakaan ini terjadi secara tiba-tiba dan pelaku langsung melarikan diri, meninggalkan Hifridha dalam kondisi kritis.
Kejadian ini telah dilaporkan kepada pihak kepolisian dan saat ini pelaku yang meninggalkan korban masih dalam pencarian. Hifridha mengalami luka serius, termasuk sobekan pada kepala dan patah tulang selangka, yang membuat tangan kirinya tak dapat digerakkan.







