Setelah mengalami kecelakaan, kondisi Hifridha sangat memprihatinkan. Ia sempat tak sadarkan diri dan harus menjalani perawatan intensif di ruang IGD. Luka di kepala yang cukup dalam dan patah tulang selangka membuatnya kesulitan bergerak, terutama di bagian tangan kiri. Hingga kini, ia masih menjalani rawat inap dan belum dapat beraktivitas seperti biasa.
Secara mental dan fisik, Hifridha mengalami tekanan yang berat. Ia adalah sosok yang sangat aktif dan penuh semangat, namun kini hanya bisa terbaring di ranjang rumah sakit, menahan sakit, dan berharap bisa segera pulih. Keluarganya pun harus mendampingi setiap hari, menyesuaikan waktu kerja, serta mencemaskan biaya yang terus bertambah.
BACA JUGA: Rekreasi Makin Mudah! Beli Tiket Wisata Sungai di Kalsel Kini Bisa Lewat AKSEL by Bank Kalsel
Perkiraan biaya pengobatan yang dibutuhkan saat ini cukup besar karena cedera yang dialami korban termasuk kategori berat dan kompleks. Biaya mencakup kebutuhan darurat, tindakan medis, rawat inap, serta kemungkinan operasi dan pemulihan lanjutan.
Korban sudah menjalani perawatan awal di IGD, termasuk pemeriksaan vital, CT scan kepala, dan rontgen bahu, yang diperkirakan menelan biaya sekitar 2.000.000 rupiah. Untuk penanganan luka di kepala yang mengalami sobekan, dilakukan pembersihan dan penjahitan oleh tim medis. Biaya untuk tindakan ini termasuk obat-obatan luka, suntikan, dan perawatan luka pasca-tindakan ditaksir sebesar 1.500.000 rupiah.
Korban juga diberikan berbagai jenis obat, antara lain obat pereda nyeri, antibiotik, serta obat anti-inflamasi untuk mengurangi pembengkakan. Estimasi total biaya obat-obatan selama masa perawatan awal sekitar 1.000.000 rupiah. Patah tulang selangka yang dialami korban berisiko mengganggu fungsi gerak tangan, sehingga selain pemasangan sling sementara, dokter mempertimbangkan tindakan operasi pemasangan pen apabila tidak terjadi penyambungan alami.
Biaya untuk prosedur operasi ortopedi seperti ini berkisar antara 10.000.000 sampai 15.000.000 rupiah, termasuk tindakan bedah, ruang operasi, dan rawat inap pasca-operasi. Untuk masa rawat inap, korban diperkirakan harus dirawat minimal 3–5 hari di rumah sakit, tergantung kondisi neurologis dan perkembangan luka.










