Biaya kamar per malam ditambah dengan pemantauan medis harian diperkirakan mencapai total 3.000.000 sampai 5.000.000 rupiah. Jika dalam proses pemulihan korban membutuhkan fisioterapi untuk mengembalikan fungsi tangan atau bahu yang sempat tidak bisa digerakkan, maka dibutuhkan biaya tambahan antara 1.500.000 hingga 3.000.000 rupiah, tergantung jumlah sesi yang dijalani.
Secara keseluruhan, estimasi total biaya pengobatan, tindakan medis, operasi, dan pemulihan berkisar di angka 20.000.000 sampai 27.000.000 rupiah. Ini belum termasuk biaya harian pendampingan keluarga, transportasi, atau kebutuhan darurat lainnya.
Hifridha adalah anak pertama dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai karyawan dengan penghasilan Rp3.000.000 per bulan dan ibunya tidak bekerja. Tidak adanya jaminan BPJS membuat seluruh biaya pengobatan harus ditanggung pribadi.
Dengan kondisi ekonomi keluarga yang terbatas dan kebutuhan pengobatan yang terus bertambah, bantuan dana dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk meringankan beban keluarga dan mempercepat proses pemulihan Hifridha.
“Kami memohon doa dari semua orang baik agar Hifridha segera diberikan kesembuhan total tanpa komplikasi. Semoga ia bisa kembali sehat, pulih seperti sedia kala, dan melanjutkan cita-citanya untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi banyak orang melalui dunia pendidikan dan sosial,” harap temannya.
Hifridha adalah sosok penuh semangat dan harapan. Ia ingin menjadi pemuda pelopor dan melanjutkan studi ke perguruan tinggi agar kelak bisa membantu keluarga dan lingkungan sekitar.
“Kami percaya, dengan dukungan dan doa dari banyak orang, Hifridha akan segera bangkit dan kembali mengejar mimpi-mimpinya,” ucapnya.
Rekening Donasi:
🏦 BCA
0510877136 a.n. Ali (Ayah Hifridha)
🏦 Bank Kalsel
3203717864 a.n. Hafizhaturrahmah (Saksi Kejadian)
📱 Dana / Shopeepay / Gopay
0888-0455-2427
Narahubung: +6281251914725 (Kontak Pak Ali, Ayah Kandung Korban)
Kalimantanlive.com/eep
Editor: elpian







