MUARA TEWEH, KALIMANTANLIVE.COM – Salah seorang saksi yang diajukan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara Akhmad Gunadi Nadalsyah dan Sastra Jaya (AGI SAJA) bernama Maulana Husada sempat mengaku adiknya sebagai penerima politik uang Gogo Helo.
Keterangan itu setelah Maulana Husada dicecar kuasa hukum Gogo Helo yang meragukan keterangannya. Sebelumnya ia sempat panjang lebar bercerita seolah-olah dirinya sendiri yang menerima uang money politics dalam kejadian itu yang ternyata tidak. Ia sempat diperingatkan dalam sidang agar tidak berbohong dalam persidangan saat itu.
Seseorang “adik” yang dimaksud oleh Maulana Husada tadi disebut-sebut bernama Putri. Maka bermunculan pertanyaan, apakah Putri benar-benar merupakan adik Maulana Husada?
BACA JUGA : Saksi Ngaku Dulu Pendukung Gogo Helo, Ditanya Godaan Duit : Kemarin Yang Sebelah Lebih Besar
Pengakuan Maulana Husada yang seakan-akan penerima politik uang tadi benar-benar adik biologis Maulana Husada (Ana) atau adik kandungnya tanpa menjelaskannya dalam sidang mengundang penasaran warga untuk cek an ricek.
Beberapa rekaman vidio berdurasi pendek didapat Kalimantan Live (11/5/2025) dari warga termasuk foto dokumen Kartu Keluarga. Dalam vidio memperlihatkan seorang ibu setengah baya duduk dalam sebuah rumah seraya menjelaskan Maulana Husada bukan anaknya.
“Bahwa Maulana Husada bukan anak saya,” kata Ibu itu sambil memegang secarik kertas yang terlihat seperti fotocopy Kartu Keluarga.
Salah satu vidio lagi yang berdurasi 2 menit menampilkan dua orang berboncengan mengendarai sepeda motor melalui jalan tanah yang berlumpur dengan sisi kanan kirinya perkebunan kelapa sawit.
“Perjuangan menemui si Putri yang katanya adik Maulana Husada,” kata suara dalam vidio yang diperkirakan suara pengendara motor yang sedang dalam perjalanan menuju rumah orang tua Putri.
Sementara dari foto fotocopy dokumen Kartu Keluarga yang juga didapat Kalimantan Live, tertera nama seorang Kepala Keluarga bernama JR warga Juju Baru Kecamatan Lahei. Tertera nama Putri dengan jenis pekerjaan Pelajar/Mahasiswa dan beragama Hindu. Sementara Maulana Husada seorang muslim (?)







