MAKKAH, KALIMANTANLIVE.COM – Kementerian Agama (Kemenag) RI memastikan bahwa jemaah haji Indonesia yang belum menerima kartu Nusuk tetap bisa menjalankan ibadah di Masjidil Haram. Meski kartu tersebut menjadi syarat masuk utama, Kemenag menyatakan ada skema antisipasi yang menjamin jemaah tetap bisa beribadah dengan aman.
Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kemenag, Muchlis Hanafi, di Makkah pada Senin (12/5/2025).
“Ketentuannya kartu Nusuk diserahkan 1×24 jam sejak jemaah tiba di Arab Saudi, namun kenyataannya di lapangan banyak kendala,” jelas Muchlis.
# Baca Juga :Pemprov Kalsel Tingkatkan Pembinaan Kesehatan Jemaah Haji Jelang Musim Haji 2025
# Baca Juga :163 Calon Jemaah Haji Banjarbaru Ikuti Bimbingan Manasik
# Baca Juga :Pelunasan BIPIH Tahap Pertama, 349 Calon Jemaah Haji di Tabalong Sudah Melunasi
# Baca Juga :BKOM Kalsel Gelar Bimtek Kesehatan Olahraga untuk Jemaah Haji Sehat dan Bugar
Keterlambatan Tanggung Jawab Syarikah
Keterlambatan penerbitan kartu Nusuk disebut merupakan tanggung jawab syarikah, yaitu perusahaan penyedia layanan haji di Arab Saudi. Kemenag telah bekerja sama dengan delapan syarikah untuk menangani jemaah haji asal Indonesia.
Sebagai langkah antisipatif, beberapa syarikah telah membekali jemaah dengan identitas cadangan agar tetap dapat mengakses Masjidil Haram.
“Syarikah memberikan kartu identitas pengganti sebagai backup. Ini jadi solusi sementara,” ujar Muchlis.
Jemaah Diminta Tetap Tenang, Fokus Ibadah
Muchlis menegaskan bahwa jemaah tidak perlu panik apabila belum mendapatkan kartu Nusuk. Identitas resmi dari Kemenag dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tetap bisa digunakan sebagai tanda pengenal sah.
“Kartu identitas yang dikalungkan dari Kemenag bisa jadi backup. Fokus saja ibadah dari hotel ke Masjidil Haram, itu masih aman,” katanya.
Peringatan: Jangan Nekat ke Jeddah Tanpa Nusuk
Meskipun masih bisa beribadah di Masjidil Haram, jemaah diingatkan tidak keluar dari kawasan Makkah, terutama menuju Jeddah, tanpa membawa kartu Nusuk atau visa resmi. Area luar Makkah masih dalam pengawasan ketat dan rawan pemeriksaan oleh otoritas Saudi.
“Kalau hanya ke Masjidil Haram masih aman. Tapi jangan ke luar kota, seperti ke Jeddah. Itu masih rawan, harus bawa kartu Nusuk atau visa resmi,” tegas Muchlis.







