JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Indonesia bersiap melakukan langkah besar: menghentikan total impor Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Singapura, yang selama ini menyumbang 54–59% dari total impor BBM nasional.
Langkah strategis ini akan dilakukan secara bertahap, dan pemerintah menargetkan transisi penuh dalam enam bulan ke depan. Fokusnya kini bergeser ke negara-negara Timur Tengah dan bahkan Amerika Serikat sebagai sumber impor baru.
# Baca Juga :PT Pertamina Training and Consulting Buka Lowongan Kerja untuk Berbagai Posisi, Cek Syarat dan Cara Daftarnya!
# Baca Juga :PT Pertamina Training and Consulting Buka Lowongan Kerja Maret 2025 untuk Lulusan D3 hingga S2
# Baca Juga :LPG 3 Kg Langka dan Mahal, Pemko Banjarbaru Garcep Bahas Pendistribusian dengan PT Pertamina
Pertamina Buka Suara
Menanggapi kebijakan ini, PT Pertamina melalui Vice President Corporate Communication, Fadjar Djoko Santoso, menyatakan pihaknya akan patuh terhadap arahan pemerintah.
“Prinsipnya kami mengikuti arahan pemerintah. Saat ini kami sedang melakukan kajian dan simulasi komprehensif, termasuk dari sisi biaya logistik,” ungkap Fadjar saat dihubungi, Minggu (11/5/2025).
Fadjar menambahkan bahwa saat ini anak usaha Pertamina, Patra Niaga, tengah merevitalisasi dermaga untuk penerimaan BBM. Namun, proses ini disebut tidak secara langsung terkait dengan rencana pengalihan impor BBM dari Singapura ke negara lain.
Kenapa Harus Stop Impor dari Singapura?
Rencana penghentian impor BBM dari Singapura disampaikan oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia. Menurutnya, setelah dilakukan evaluasi, harga BBM dari Singapura tak jauh berbeda dengan harga dari Timur Tengah.
“Kalau harganya sama, kenapa tidak kita ambil dari negara lain? Apalagi secara geopolitik dan ekonomi, kita juga perlu keseimbangan,” tegas Bahlil, Jumat (9/5/2025), di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat.
Transisi Dimulai: Dari Singapura ke Timur Tengah dan Amerika
Pemerintah akan beralih secara bertahap. Untuk tahap awal, sekitar 50-60% pasokan akan mulai dialihkan ke negara-negara Timur Tengah dan Amerika Serikat.










