JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – 2025 belum setengah jalan, tapi kerusuhan sepak bola di Indonesia sudah jadi sorotan nasional! Aksi suporter dinilai semakin beringas.
Dari kasta bawah hingga Liga 1, rentetan kekacauan di stadion menunjukkan bahwa budaya suporter Indonesia masih diwarnai emosi berlebihan dan aksi anarkis. Yang terbaru, bentrokan terjadi usai laga Arema FC vs Persik Kediri yang diwarnai pelemparan batu hingga menyebabkan pelatih lawan terluka!
# Baca Juga :Persib Bandung Juara Lagi! Era Emas Hodak, Back-to-Back Liga 1 dan Pecahkan Rekor Kilat!
# Baca Juga :HARI PENENTUAN! Persik Kediri Vs Persebaya Buka Jalan Juara, Persis Solo Vs Arema Selamatkan Nasib di Liga 1
# Baca Juga :Bank Kalsel Resmi Sponsori Barito Putera, Sepak Bola Banua Siap Berjaya di Liga 1
Berikut 5 kerusuhan sepak bola Indonesia yang paling menyita perhatian sepanjang 2025:
1. PPSM Magelang vs Persibat Batang – Liga 4 (12 Februari)
Kerusuhan bermula setelah kekalahan PPSM 1-2 atas Persibat Batang dalam babak 8 besar Liga 4. Pemain PPSM disebut tak puas dengan keputusan wasit dan memicu ketegangan yang merambat ke suporter.
Insiden berkembang menjadi kekerasan fisik di lapangan dan tribun. Imbasnya? PPSM langsung didiskualifikasi dari Liga 4 musim ini.
2. Persipa Pati vs Persipura Jayapura – Liga 2 (12 Februari)
Di hari yang sama, insiden lain pecah di playoff degradasi Liga 2. Usai kalah 1-2 dari Persipura, pendukung Persipa mengamuk dan menginvasi lapangan, bahkan merusak papan sponsor dan bench pemain.
Insiden ini memperkuat sorotan bahwa Liga 2 tak kalah panas dari kasta tertinggi.
3. Persija Jakarta vs Persib Bandung – Liga 1 (16 Februari)
Laga panas antara dua musuh bebuyutan ini berakhir imbang 2-2, namun tensi suporter tetap membara.
Keributan pecah di Stasiun Jatinegara, di mana seorang pria berkaus Persib dikeroyok oleh oknum suporter tuan rumah. Polisi mengamankan 37 orang dan menetapkan 2 tersangka tiga hari kemudian.
4. Persela Lamongan vs Persijap Jepara – Liga 2 (18 Februari)
Laga dihentikan pada menit ke-76 di Stadion Tuban Sport Center akibat flare yang dinyalakan suporter. Persela yang bermain dengan 10 pemain dan tertinggal, membuat emosinya meledak.
Akhir laga ditutup dengan aksi perusakan fasilitas stadion, dan hukuman berat dijatuhkan: Persela akan bermain tanpa penonton semusim penuh musim depan.
5. Arema FC vs Persik Kediri – Liga 1 (11 Mei)
Ini yang terbaru dan paling menyedihkan. Kembali ke Stadion Kanjuruhan, Arema justru dibantai 0-3 oleh Persik.
Usai laga, bus Persik dilempari batu oleh oknum suporter. Pelatih dan asistennya terluka, dan kaca bus pecah. Padahal, stadion Kanjuruhan adalah tempat terjadinya Tragedi Kanjuruhan 2022 yang menewaskan 135 orang.










