Tragedi Kapal Wisata Pulau Tikus: 7 Orang Tewas, Menpar Minta Audit Menyeluruh

Menurut kesaksian penumpang selamat, Jidan Dinil Haq, situasi di atas kapal sangat mencekam.

“Awalnya kami pulang dari wisata Pulau Tikus. Tapi di tengah laut, mesin kapal tiba-tiba mati, dan ditambah juga angin kencang yang membuat kapal jadi tergoncang di tengah laut,” ujar Jidan, Senin (12/5/2025).

“Saat itu ombak sedang besar, kapal diguncang ke kiri dan kanan terus-menerus dikarenakan angin kencang sampai akhirnya tenggelam,” ungkap Jidan.

Sejumlah penumpang sempat hanyut terbawa arus laut sebelum berhasil diselamatkan oleh nelayan setempat, tim Basarnas, dan unsur BPBD, TNI, Polri, serta relawan masyarakat.

Humas Basarnas Bengkulu, Mega Maysilva, mengonfirmasi bahwa tujuh korban meninggal dunia telah diidentifikasi. Mereka adalah:

Riska Nurjanah – 28 Tahun – Perempuan – Lubuk Linggau (MD di RS Bhayangkara).
Tesya – 20 Tahun – Perempuan – Kepahiang (MD di RS Bhayangkara).
Ratna Kurniati – Perempuan – Kota Bengkulu (MD di RS Bhayangkara).
Nesya Zoya Amanda – Perempuan – Curup (MD di RS Bhayangkara).
Ricki – 29 Tahun – Laki-Laki – Padang (MD di RS Bhayangkara).
Suwantra – Laki-Laki – Muaro Bungo (MD di RSHD Kota Bengkulu).
Yuni Saputri – Perempuan – Bengkulu Utara (MD di RSHD Kota Bengkulu).

Selain itu, 15 korban lainnya dirawat di Rumah Sakit HD, dan 19 orang dalam penanganan medis di Rumah Sakit Bhayangkara.

(kalimantanlive.com/berbagai sumber)

editor : TRI