JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Wardhana meminta evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan dalam wisata bahari, menyusul tenggelamnya kapal wisata Tiga Putra yang karam di perairan Pulau Tikus, Bengkulu, Minggu (11/5/2025).
Kecelakaan kapal wisata yang membawa 104 orang tersebut menyebabkan tujuh orang meninggal dunia, dan puluhan penumpang kapal luka-luka sehingga membutuhkan perawatan di rumah sakit.
# Baca Juga :Terungkap! Peledakan Amunisi di Garut Sudah Lama Dilakukan, Diduga Ada Warga Sipil Ikut dalam Tim Peledakan
# Baca Juga :Jay Idzes Bersinar! Venezia Bungkam Fiorentina 2-1 dan Keluar dari Zona Degradasi
# Baca Juga :Maut Mengintai di Balik Ledakan Amunisi TNI: 13 Tewas di Garut, Diduga Akibat Detonator Tertinggal
# Baca Juga :BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Selasa 13 Mei 2025, Kalimantan Tengah Berpotensi Hujan Lebat
“Kementerian Pariwisata menegaskan bahwa keselamatan pengunjung adalah hal yang tidak bisa ditawar,” kata Menpar dalam siaran pers, Senin (12/5/2025).
“Oleh karena itu, kami mengimbau kepada seluruh pelaku industri wisata untuk selalu mematuhi standar keselamatan yang ketat, termasuk tidak melebihi kapasitas yang telah ditentukan untuk setiap kapal wisata,” sambungnya.
Audit Menyeluruh Operator Kapal
Menpar mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait agar segera melakukan audit komprehensif terhadap seluruh operator kapal wisata, terutama yang beroperasi di wilayah perairan Bengkulu.
Dinas terkait yang dimaksud yaitu dinas perhubungan, kantor kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan (KSOP), serta dinas pariwisata setempat.
Adapun audit tersebut harus meliputi aspek berikut:
Pemeriksaan kelayakan teknis kapal (kondisi mesin, struktur, navigasi)
Kelengkapan dan kondisi alat-alat keselamatan (pelampung, APAR, komunikasi darurat)
Sertifikasi dan kompetensi awak kapal
Kepatuhan terhadap prosedur operasional standar (SOP) keselamatan pelayaran
“Kami juga akan terus mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan di sektor pariwisata, khususnya yang melibatkan perjalanan dengan kapal, agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Menpar.
Kementerian Pariwisata juga mengingatkan pentingnya pengawasan berkala dan penggunaan sistem peringatan dini dari BMKG guna mencegah kecelakaan saat kondisi cuaca ekstrem.
Kapal Tiga Putra dilaporkan berangkat dari Pulau Tikus menuju Kota Bengkulu saat cuaca mulai memburuk. Di tengah perjalanan, mesin kapal mendadak mati.
Ombak besar dan angin kencang yang menghantam kapal yang memiliki panjang 17 meter dan lebar 3,3 meter itu secara bertubi-tubi, menyebabkan kapal terombang-ambing dan akhirnya tenggelam di sekitar alur perahu nelayan Kelurahan Malabero.







