SAMPIT, Kalimantanlive.com – Pengadaan alat berat berupa excavator tiap kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur untuk membantu masyarakat pada masing-masing kecamatan akan dievaluasi.
Ini seiring, banyaknya kritikan dari beberapa kalangan terkait tidak optimalnya penyediaan alat berat excavator untuk tiap-tiap kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur tersebut.
Informasi terhimpun menyebutkan, pengadaan alat berat tersebut masih ada beberapa kendala dalam penggunaanya diantaranya operatir tidak ada sehingga ada alat berat yang mengalami kerusakan.
Bupati Kotim H Halikinnor saat ditanya seputar belum optimalnya penggunaan alat berat tersebut menyatakan tujuan awal pengadaan alat berat tersebut untuk membantu pembangunan di kecamatan.
Namun lanjut dia, dalam pelaksaannya masih mengalami kendala, sehingga ekskavator yang tidak digunakan secara maksimal akan ditarik.
Orang nomor satu di Kotim ini mengungkapkan, alat berat disediakan pemerintah kabupaten untuk kecamatan tersebut seharusnya memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Sehingga akhirnya, pihaknya segera melakukan dievaluasi terhadap penyediaan alat berat tersebut untuk kecamatan yang ada di Kotim tersebut.
Baca Juga :Tinjau Dua Lokasi Kebakaran di Sampit, Bupati Kotim Halikinnor Beri Bantuan Untuk Korban
Baca Juga :Bupati Halikinnor Sebut Kerusakan Jalan Bundaran KB dan Lingkar Selatan Sampit Segera Diperbaiki
“Harapan kami awalnya agar keberadaan ekskavator akan banyak manfaatnya bagi masyarakat yang ada di kecamatan,tapi karena ada masalah kami akan evaluasi lagi,” ujar Halikinnor, Rabu (14/5/2025).
Sekadar mengingatkan, keberadaan alat berata exavator untuk tiap-tiap kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur merupakan pengadaan dari Bupati Kotim H Halikinnor.
Itu merupakan salah satu program kampanye Pasangan Halikinnor-Irawati saat mencalonkan diri sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah kali kedua di Kotim dalam Pilkada yang lalu.
Pengelolaan alat berat tersebut, pada masing-masing Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dengan koordinasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat.







