KALIMANTANLIVE.COM – Dunia olahraga Indonesia digemparkan oleh penangkapan Jarred Dwayne Shaw (JDS), pebasket asal Amerika Serikat, yang terlibat dalam kasus narkoba. Jarred ditangkap oleh Polresta Bandara Soekarno-Hatta setelah menerima paket berisi permen narkotika jenis Delta 9 THC (tetrahydrocannabinol) asal Thailand.
Kejadian ini bukan sekadar kasus penyalahgunaan narkoba biasa, tetapi melibatkan pengiriman lintas negara, desain kemasan yang disamarkan, hingga ancaman hukuman mati!
# Baca Juga :5 Tugas Baru TNI Bikin Geleng Kepala: Didik Anak Nakal, Panen Kedelai, Gerebek Narkoba, hingga Jaga Kantor Kejaksaan!
# Baca Juga :Edarkan Narkotika Jenis Sabu, Warga Kelayan Banjarmasin Diringkus Polisi
# Baca Juga :Polda Kalsel Gagalkan Jaringan Narkotika Antarprovinsi, Puluhan Kilogram Sabu Dimusnahkan
# Baca Juga :Diduga Bandar Besar Narkotika Kaltim, Direktur Persiba Balikpapan Diamankan, 5 Mobil Mewah Disita!
Berikut 5 fakta mengejutkan di balik kasus Jarred Dwayne Shaw:
1. Terungkap Berkat Kerja Sama Polisi dan Bea Cukai
Kasus ini terbongkar lewat investigasi gabungan antara Satresnarkoba Polresta Bandara Soetta dan Bea Cukai Soetta. Petugas mencurigai satu paket kiriman EMS dari Thailand yang berisi 20 bungkus permen bermerek ‘Vita Bite’, dengan 132 butir permen mengandung narkotika jenis Delta
9 THC seberat bruto 869 gram.
Paket dikirim oleh seseorang bernama Jitnarec Konchinda dari Bangkok, tanpa mencantumkan nama Jarred sebagai penerima. Namun, penyelidikan mengarah pada Jarred sebagai target akhir paket.
2. Permen Ganja dari Thailand Dijadikan Modus
Permen narkoba tersebut dikirim dari Thailand dengan kemasan mencolok dan upaya penyamaran yang dirancang langsung oleh Jarred Shaw. Ia diduga turut merancang desain bungkus agar terhindar dari deteksi petugas bandara.
Namun, taktik ini gagal total. Petugas Bea Cukai berhasil mengendus adanya indikasi narkotika dalam kemasan makanan ringan dan langsung melakukan penindakan.
3. Ingin Diberikan ke Sesama Pemain Basket
Kepada penyidik, Jarred mengaku permen narkoba tersebut akan dibagikan kepada teman-temannya sesama pebasket di Indonesia. Hal ini memperparah dugaan bahwa kasus ini bukan untuk konsumsi pribadi semata, tetapi berpotensi masuk ke ranah peredaran gelap dalam komunitas atlet.
4. Ditangkap Sambil Teriak ‘Help! Help!’ di Apartemen
Jarred ditangkap pada Rabu, 7 Mei 2025, pukul 21.47 WIB, di lobi Apartemen Casa De Parco, Cisauk, Tangerang. Dalam video penangkapan yang beredar, ia tampak histeris dan berteriak ‘help… help’ sambil melawan petugas.
Beberapa polisi sempat kesulitan menahannya sebelum akhirnya berhasil mengamankan sang atlet yang mengenakan kaus dan celana pendek berwarna hitam.







