Nama Putin Tak Ada di Perundingan Perdamaian Rusia-Ukraina, Zelensky: Ini Sinyal Buruk!

KALIMANTANLIVE.COM – Dunia menanti terobosan damai dari konflik Rusia-Ukraina, namun Presiden Rusia Vladimir Putin dipastikan tidak hadir dalam perundingan yang digelar di Turki pada Kamis (15/5/2025). Ketidakhadiran Putin memunculkan tanda tanya besar atas keseriusan Moskow dalam mencari solusi damai.

Pertemuan ini menjadi kontak langsung pertama antara delegasi Rusia dan Ukraina dalam lebih dari tiga tahun terakhir. Namun, daftar delegasi yang dirilis Kremlin mengejutkan banyak pihak — nama Putin, Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov, dan penasihat kebijakan luar negeri Yuri Ushakov tidak tercantum sebagai bagian dari tim negosiasi.

# Baca Juga :Gencatan Senjata Gagal Total! Rusia-Ukraina Saling Serang, 162 Serangan Terjadi dalam 24 Jam!

# Baca Juga :AS Hentikan Peran Sebagai Mediator Konflik Rusia-Ukraina, Fokus pada Dukungan Strategis untuk Kyiv

# Baca Juga :Kesepakatan Bersejarah: Ukraina dan AS Teken Perjanjian Mineral Strategis, Akses Eksklusif untuk Washington

# Baca Juga :Rusia Ringkus Agen Ukraina Pembunuh Jenderal Moskalik, Pengakuannya Bikin Kaget!

Sebagai gantinya, Kremlin menunjuk Vladimir Medinsky, sosok garis keras yang dikenal sebagai loyalis Putin dan mantan Menteri Kebudayaan Rusia, yang sebelumnya juga terlibat dalam negosiasi pada tahun 2022.

Zelensky Kecewa Berat: “Saya Hanya Akan Bertemu Putin!”

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara tegas menyatakan hanya akan melakukan dialog damai langsung dengan Putin, bukan dengan perwakilan Rusia.

“Saya menunggu untuk melihat siapa yang akan datang dari Rusia. Kemudian saya akan memutuskan langkah apa yang harus diambil Ukraina,” tegas Zelensky dalam konferensi pers, Rabu (14/5).

Menurut Zelensky, absennya Putin dalam perundingan ini menjadi sinyal bahwa Moskow tidak benar-benar menginginkan perdamaian.

Desakan Trump dan Ultimatum Sekutu

Zelensky mengungkap bahwa keputusannya untuk datang ke Turki dipengaruhi oleh desakan dari Presiden AS Donald Trump, yang sebelumnya mendorongnya untuk bertemu langsung dengan Putin. Di sisi lain, Putin sempat menyampaikan kesediaan menggelar perundingan sebagai respons atas ultimatum sanksi yang diberikan negara-negara Barat terhadap Rusia.