Ia menekankan, pengendalian inflasi yang efektif adalah prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Stabilitas harga memberi kepastian bagi pelaku usaha dan masyarakat, serta mendorong investasi, produksi, dan daya beli,” tambahnya.
BACA JUGA: Pemprov Kalsel Gelar Bimtek Penyusunan Prognosa Neraca Pangan untuk Tahun 2025
Menurut data, inflasi Kalimantan Selatan pada April 2025 tercatat sebesar 1,08 persen secara month-to-month (mtm), menurun dari bulan sebelumnya yang mencapai 1,59 persen.
Namun, angka tersebut masih sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata inflasi wilayah Kalimantan yang berada di angka 0,88 persen.
Syarifuddin berharap road map ini menjadi landasan koordinasi yang lebih kuat antar pihak dalam TPID, dengan arah kebijakan yang lebih jelas dan terarah.
“Keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat, sangat krusial. Pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus kolektif dan berkelanjutan,” ujarnya.







