BOGOR, KALIMANTANLIVE.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bogor berubah menjadi bencana. Ratusan siswa dari jenjang TK hingga SMA harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami gejala keracunan. Hasil uji laboratorium mengungkap penyebabnya: kontaminasi bakteri Salmonella dan E Coli yang berasal dari air, telur, dan sayuran.
# Baca Juga :HEBOH! Bill Gates Hari Ini Terbang ke Indonesia Temui Prabowo, Siap Guyur Dukungan Program MBG!
# Baca Juga :KLB Keracunan Massal di Cianjur: Puluhan Siswa dan Guru Dilarikan ke RS Usai Santap Makanan MBG
# Baca Juga :Bupati Tabalong Apresiasi Dunia Usaha Bagikan MBG bagi Pelajar di Upau
# Baca Juga :Keren, Pontren Nurul Hijrah Terpilih Jadi Tempat Perdana Pembangunan Dapur MBG Lingkup Pesantren di Kalsel
Total 233 siswa jadi korban, dengan rincian:
45 orang dirawat inap
49 orang rawat jalan
129 lainnya mengalami gejala ringan
1. Dua Bakteri Berbahaya Jadi Biang Kerok
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengonfirmasi bahwa hasil laboratorium telah keluar. Dua bakteri—Salmonella dan E. coli—ditemukan dalam bahan makanan MBG, termasuk air, telur, dan sayuran.
“Ini kontaminasi serius. Bakterinya menyebar dari bahan baku utama,” ujar Dadan dalam konferensi pers, Rabu (14/5/2025).
2. Reaksi Keracunan Tak Langsung Terlihat
Yang membuat kasus ini mencengangkan, gejala keracunan tidak langsung muncul. Dadan menyebut ini sebagai “slow reaction”. Para siswa mengonsumsi makanan pada hari Selasa, namun gejala baru muncul dan melonjak pada Rabu hingga Jumat.
“Biasanya reaksi keracunan langsung terjadi. Tapi kali ini lambat, sehingga sempat membuat pelayanan tetap berjalan meski kasus mulai bermunculan,” jelasnya.
3. Kota Bogor Tetapkan Status KLB
Karena jumlah korban terus bertambah, Pemerintah Kota Bogor menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) pada Jumat (12/5). Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengimbau seluruh siswa terdampak agar segera mencari pengobatan.
“Kita tetapkan KLB agar siapa pun yang merasa terdampak bisa segera berobat tanpa ragu,” tegas Dedie.
4. SPPG Bosowa Bina Insani Dihentikan Sementara
Lokasi utama penyedia MBG, yakni Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bosowa Bina Insani, kini dihentikan sementara. Padahal, kantin sekolah ini sebelumnya menjadi proyek percontohan nasional karena kebersihan dan fasilitasnya yang mumpuni.
Namun, karena insiden ini, BGN akan melakukan evaluasi menyeluruh.
“Walau SPPG ini sebelumnya jadi yang terbaik, tetap harus naik kelas dalam urusan standar higienitas,” kata Dadan.









