MUARA TEWEH, KALIMANTANLIVE.COM – Beberapa hari Pasca Mahkamah Konstitusi (MK) mendiskualifikasi dua Paslon Pilkada Barito Utara dengan saran kepada Partai Politik untuk mengajukan kandidat baru, langsung beredar daftar nama-nama figur Calon yang disebarkan oleh kalangan tertentu.
Dari beberapa nama yang muncul, selalu terselip nama-nama yang terkait sangat erat secara struktural dan emosional (kekeluargaan) kepada Paslon tertentu yang dianggap telah melakukan politik uang saat digugat disidang MK yang lalu.
Nama-nama figur elit di persidangan MK dan sidang Pengadilan Negeri Muara Teweh yang bahkan diucapkan Hakim namanya secara gamblang saat memaparkan kejadian politik uang, dan diyakini Hakim kebenaran peristiwanya, kini nama mereka justru diselipkan dalam bursa. Hal ini menunjukan masih rendahnya beban moral pada politik uang di Barito Utara, menurut beberapa pemerhati setempat.
BACA JUGA : Gogo Helo dan Agi Saja Disanksi Sama, Barito Utara PSU lagi Dengan Calon Baru, Kampanye Sekali Saja
Sedangkan Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang akan dilakukan kembali di Kabupaten Barito Utara nanti dimaksudkan untuk mencari hasil pemilihan Bupati dan Wakil Bupati yang lebih sempurna lagi serta Paslon yang bersih dan berkualitas, bukan yang justru memperburuk kualitas kepemimpinan daerah lagi.
“Tujuan daripada PSU adalah untuk menyempurnakan hasil pemilihan menjadi berkualitas dikarenakan pada pelaksanaan tahap sebelumnya ditemukan adanya pelanggaran-pelanggaran bukan justru semakin memperburuk penyelanggaraan PSU yang bertentangan dengan asas asas Pemilu yang jujur dan adil dalam mendapatkan Kepala Daerah yang bersih dan berintegritas,” terang Hakim MK saat membacakan putusan di sidang yang mendiskualifikasi semua Paslon pada saat itu (14/5/2025).
Munculnya nama-nama dalam bursa tadi disinyalir adalah siasat cek ombak oleh kalangan pendukung politik uang sebelumnya juga, atau kelompok corong informasi berita yang terafiliasi pada dinasti tertentu yang selama ini memanjakan kepentingannya.







