Gunung Marapi Meletus Dua Kali dalam 7 Menit! Abu Vulkanik Terlontar hingga 1 Km ke Langit

PADANG, KALIMANTANLIVE.COM – Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang mengkhawatirkan. Dalam kurun waktu hanya tujuh menit, gunung yang berada di antara Kabupaten Agam dan Tanah Datar ini meletus dua kali secara beruntun pada Sabtu pagi, 17 Mei 2025.

Letusan Dahsyat, Abu Melambung Setinggi 1 Kilometer

Letusan pertama terjadi pada pukul 09.47 WIB, dengan semburan abu vulkanik mencapai ketinggian 1.000 meter dari puncak. Erupsi tersebut terekam di alat pemantau dengan amplitudo maksimum 30,4 mm dan berlangsung selama 51 detik.

# Baca Juga :Ife, Pendaki yang Viral Minta Tolong Akhirnya Meninggal, Jadi Korban Gunung Marapi Ke-24

# Baca Juga :UPDATE Erupsi Gunung Marapi, Jadi Sorotan Media Asing Soal Tsunami dan Jumlah Korban Tewas

# Baca Juga :11 Pendaki Ditemukan Tewas Usai Gunung Marapi Erupsi, Basarnas: Ada 75 Pendaki Terjebak

# Baca Juga :Gunung Marapi Tiba-tiba Meletus Minggu Sore, Guyur Hujan Abu Vulkanik hingga Bukittinggi

Tak berselang lama, hanya tujuh menit kemudian, erupsi kedua menyusul pada pukul 09.54 WIB, kali ini dengan kolom abu setinggi 600 meter, amplitudo maksimum 7,4 mm, dan durasi 1 menit 15 detik.

“Benar, dalam selang waktu 7 menit, Marapi erupsi dua kali,” ungkap Teguh Purnomo, petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Marapi.

Status Waspada, Radius Aman 3 Kilometer

Teguh menjelaskan bahwa Gunung Marapi saat ini masih berstatus Level II (Waspada). Masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah.

“Kami mengimbau warga, terutama yang tinggal di sekitar lembah atau aliran sungai yang berhulu ke puncak Marapi, untuk tetap waspada terhadap potensi lahar, terutama di musim hujan,” jelasnya.

Teguh juga mengingatkan agar warga menggunakan masker jika terjadi hujan abu, karena partikel vulkanik tersebut berbahaya bagi saluran pernapasan.

Bencana Beruntun: Dari Erupsi 2023 hingga Lahar Maut 2024

Gunung Marapi dikenal aktif dalam beberapa tahun terakhir. Pada 3 Desember 2023, Marapi meletus hebat dan menewaskan 23 pendaki. Sejak saat itu, aktivitas vulkanik terus terjadi secara berkala.

Belum cukup, pada 11 Mei 2024, Marapi memicu banjir lahar dingin mematikan yang menghantam wilayah Tanah Datar, Agam, dan Padang Pariaman. Sebanyak 60 warga dinyatakan tewas akibat bencana tersebut.