Kemkomdigi Bidik Industri Gim Nasional Jadi Andalan Pertumbuhan Ekonomi

Sementara itu, Ketua Umum AGI Shafiq Husein mengungkapkan bahwa valuasi pasar gim global saat ini telah mencapai USD187 miliar, dua kali lipat dari gabungan industri film dan musik. Indonesia sendiri mencatatkan nilai pasar sebesar Rp30 triliun, tertinggi di Asia Tenggara dan peringkat ke-15 dunia. Namun, hanya 2,5 persen dari nilai pasar nasional dinikmati oleh pengembang lokal.

“Saat ini, pemasukan pengembangan gim lokal hanya sebesar Rp750 miliar per tahun atau setara hanya 2,5 persen dari pasar Indonesia sendiri. Berarti 97,5 persen memang larinya ke gim luar. Kemudian, industri lokal juga terhambat untuk akses pendanaan awal agar dapat bersaing dengan produk asing di pasar sendiri,” ungkap Shafiq.

BACA JUGA: Tragis! Saat Menkomdigi Meutya Nyatakan Perang, 11 Pegawainya Malah Lindungi Ribuan Situs Judi Online

Salah satu momen penting yang dinantikan oleh para pelaku industri adalah IGDX yang akan diselenggarakan pada Oktober 2025 di Bali. Ajang ini menjadi sorotan internasional karena akan dihadiri pemain besar dunia.

“IGDX ini sudah masuk ke peta jalan global, Bu. Bahkan Sony PlayStation untuk pertama kalinya akan hadir tahun ini di IGDX Bali. Steam juga hadir pertama kali datang ke Indonesia itu di acara IGDX juga. Tahun ini, temanya PlayStation,” kata Shafiq.

Meutya pun meminta jajarannya untuk segera memetakan berbagai potensi kolaborasi konkret sebagai tindak lanjut dari dialog dengan pelaku industri.

“Kita masih punya waktu. Jadi sekarang disisir dulu apa yang bisa dikolaborasikan, nanti dilaporkan kepada saya minggu depan untuk diputuskan mana yang bisa kita bantu. Pada prinsipnya tentu kita ingin, dengan keterbatasan di sini, kita ingin sekali bisa membantu dengan ekosistem kita,” pungkas Meutya.

Sumber: Rilis Kemkomdigi
Kalimantanlive.com/eep