LAMPUNG, KALIMANTANLIVE.COM – Hanya karena sepasang sandal jepit tak kunjung dikembalikan, seorang santri di Lampung Tengah meregang nyawa di tangan dua pelajar SMK. Lebih memilukan, aksi keji itu dilakukan oleh sepasang saudara kembar yang merupakan teman kongko korban.
Korban diketahui bernama Rifki Wafa (13), santri di Pondok Pesantren Baitul Mustaqim, Lampung Tengah. Ia ditemukan tewas mengambang di saluran irigasi Kampung Rama Dewa, Kecamatan Seputih Raman, pada Sabtu (26/4/2025) sekitar pukul 10.00 WIB.
# Baca Juga :Tragedi Kebakaran Hutan di Kanada: 2 Tewas, Ribuan Warga Dievakuasi
# Baca Juga :Tragedi Maut di Meksiko! Tabrakan Truk Gandeng dan Bus Tewaskan 21 Orang
# Baca Juga :Tragedi Kapal Wisata Pulau Tikus: 7 Orang Tewas, Menpar Minta Audit Menyeluruh
# Baca Juga :Maut Mengintai di Balik Ledakan Amunisi TNI: 13 Tewas di Garut, Diduga Akibat Detonator Tertinggal
Kapolres Lampung Tengah AKBP Alsyahendra mengungkapkan, pelaku pembunuhan adalah anak berinisial RMI (16) dan saudara kembarnya RMU (16), yang masih berstatus sebagai pelajar SMK di Kecamatan Punggur.
“Motifnya sangat sepele, hanya karena korban tidak mengembalikan sandal milik pelaku. Namun hal tersebut memicu emosi hingga berujung pada tindakan keji,” kata Alsyahendra dalam keterangan tertulis, Jumat (16/5/2025) malam.
Dipukul, Dicekik, Lalu Dibuang ke Irigasi
Peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis (24/4/2025) sekitar pukul 13.30 WIB. Rifki awalnya bertemu dengan RMI dan RMU di tanggul irigasi Kampung Sidomulyo, Kecamatan Punggur.
Tanpa banyak bicara, RMI yang sudah lama menahan kekesalan langsung memukul Rifki. Aksi itu diikuti oleh RMU. Setelah korban tak berdaya, keduanya lalu mencekik dan menjerat leher Rifki dengan tali jemuran hingga ia dipastikan meninggal dunia.
“Setelah korban tak bernyawa, jasadnya dibuang ke aliran irigasi agar menghilangkan jejak,” ujar Kapolres.
Kasus ini akhirnya terungkap usai warga menemukan jasad Rifki dan pihak kepolisian melakukan penyelidikan mendalam. Dari hasil visum dan olah TKP, terbukti bahwa Rifki meninggal akibat kekerasan yang disengaja.







