Waspada, Paslon Baru Dan Waktu 3 Bulan Tak Menjamin Hadirkan Pemimpin Barito Utara Bersih Dari Noda Politik Uang

MUARA TEWEH, KALIMANTANLIVE.COM – Pemimpin Daerah produk politik uang yang berupaya diamputasi Mahkamah Konstitusi (MK) melalui mendiskualifikasi semua Paslon Pilkada Barito Utara dan menyarankan Partai untuk mengusung figur baru, dinilai takan efektif melahirkan Pemimpin setempat yang bersih dan berintegritas.

Setidaknya ada 3 hal yang dapat membuat harapan Mahkamah Konstitusi akan sia-sia kembali.

Pertama, Tim Ring 1 Paslon Money Politics Masih Aktif. Sebuah praktik money politics yang secara struktural dilakukan oleh tim Paslon dan tentunya tidak dilakukan oleh Paslonnya secara langsung sebagai pelaku aktif. Maka mendiskualifikasi sang Paslon tanpa melakukan diskualifikasi atau memberikan sanksi pada jaringannya tidak akan berfaedah banyak.

BACA JUGA : Figur Dekat Secara Struktural dan Emosional Politik Uang Dan Dinasti, Coba Dibangkitkan Lagi Di Bursa PSU Barito Utara

Banyak nama-nama yang diduga terlibat politik uang dan dibeberkan nama-nama mereka dalam persidangan di Pengadilan Negeri Muara Teweh hingga MK tidak tersentuh hukum atau mendapat sanksi sama sekali. Aktivitas politik mereka masih bekerja.

Mendiskualifikasi Paslon tetapi justru figur tim “lapangan” money politicsnya yang diajukan menjadi calon baru justru lebih gawat lagi. Saat ini figur dalam tim Paslon money politics disebut mulai digadang-gadang.

Seorang yang bahkan disebutkan nama dan hotelnya dalam sidang politik uang, dan saat pelaku politik uang pertama kali masuk Lembaga Pemasyarakatan (LP) tampak dirinya datang seakan menunjukan solidaritas pada para pelaku politik uang, justru mulai dipromosikan.

Kedua, Memory dan Sel Jaringan Politik Uang. Waktu tiga bulan dirasa tidak cukup untuk menghilangkan memory warga yang telah menerima politik uang. Sel dan jaringan politik uang sebelumnya dapat bekerja mengingatkan utang budi warga yang sudah dibantu memakai uang Paslon sebelumnya.

Ketiga, Krisis Figur. Calon figur bersih dan berintegritas sebagai antitesa politik uang yang sukar ditemukan di Kabupaten dengan penduduk yang sedikit akan menyulitkan partai untuk mencari Paslon baru jagoannya. Maka seperti kata pepatah, tidak ada akar rotan pun jadi, figur bernoda politik uang pun akhirnya bisa dipilih juga.