Selain Bina Husada yang melakukan amal sosial dan kepeduliannya, sosok satunya lagi adalah berlatar belakang santri yakni H. Al Hadi yang masih merupakan putra Dayak Barito Utara pula.
Rois Syuriah NU Kabupaten Barito Utara dan juga Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten setempat ini menjadi anggota DPRD tanpa mengawalinya dengan perjalanan panjang di Partai Politik.
Pensiunan Kantor Kementrian Agama ini berkiprah panjang pada bidang keagamaan, pendidikan dan hubungan toleransi antar umat beragama sebelum melenggang ke gedung Dewan.
BACA JUGA : H Al Hadi Beri Statment Tegas dan Solutif di Sidang DPRD Barito Utara Soal Gas LPG 3 Kg, Ini Hasil Rapatnya
Pertama kali menjadi caleg dari partainya PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) ia langsung dipercaya warga menjadi wakil rakyat di dapilnya di wilayah Kecamatan Lahei.
Kesederhanaan hidup dan religiusitas sebagai tokoh NU (Nahdatul Ulama) tampak pada dirinya yang telah dikenal luas oleh warga jauh sebelum dirinya menjadi anggota Dewan.
Diperkuat lagi dengan sang istri yang berperan aktif dalam dunia pendidikan dan kepedulian sosial sebagai Ketua Muslimat NU Barito Utara.
Kedua sosok ini jika politik uang sudah benar-benar punah di Barito Utara, diyakini dapat dipilih rakyat tanpa harus berpraktik money politics.
Figur lain di kancah elit politik lokal Barito Utara mungkin masih banyak, namun dua figur ini setidaknya cukup menjadi bukti Barito Utara masih ada tokoh tauladan politik yang baik.
Menjadi pemimpin harus melalui pengabdian terlebih dahulu bagi masyarakat, bukan karena iklan atau politik uang agar meraih kekuasaan secara instan.
Kalimantan Live/M. Gazali Noor







