Covid-19 Naik Lagi di Asia! Kemenkes Ingatkan Warga RI, Hati-Hati ke Konser Lady Gaga di Singapura

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Kasus Covid-19 kembali naik di sejumlah negara Asia, dan Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) pun mengeluarkan imbauan waspada bagi masyarakat, khususnya mereka yang hendak bepergian ke luar negeri dalam waktu dekat.

Singapura, Thailand, dan Hongkong menjadi tiga negara yang saat ini mengalami lonjakan kasus, bertepatan dengan meningkatnya mobilitas internasional warga, termasuk untuk menghadiri event besar seperti konser Lady Gaga di Singapura yang dimulai 18 Mei 2025.

# Baca Juga :

# Baca Juga :Realme GT 7 Siap Meluncur Global 27 Mei dengan Chipset MediaTek Terbaru dan Baterai Jumbo

# Baca Juga :PT Adidaya Andalan Asia Buka Lowongan Sales Executive di Bukittinggi dengan Gaji dan Insentif Menarik

# Baca Juga :Komisi IV DPRD Kalsel Desak Evaluasi Serius atas Perpisahan SMAN 1 Sungai Tabuk di Tempat Hiburan Malam

“Peningkatan kasus terjadi di tengah tingginya mobilitas masyarakat, termasuk warga Indonesia yang bepergian menghadiri konser dan kegiatan internasional lainnya,” ujar Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Selasa (20/5/2025).

Belum Ada Pengetatan, Tapi Tetap Waspada!

Aji menegaskan bahwa hingga kini, belum ada larangan atau pengetatan perjalanan internasional. Namun, sistem pengawasan seperti SatuSehat Health Pass (SSHP) kembali diaktifkan di seluruh pintu masuk internasional Indonesia.

“Kami imbau masyarakat agar waspada, terutama jika bepergian ke negara-negara dengan kasus Covid-19 yang sedang melonjak,” jelas Aji.

Situasi Global: Aman Tapi Dinamis

Meski penularan global meningkat, Aji memastikan bahwa kondisi dalam negeri Indonesia masih terkendali dan aman berdasarkan pemantauan hingga minggu ke-19 tahun 2025.

“Surveilans terus diperkuat baik lewat sistem sentinel maupun pemantauan ketat di bandara dan pelabuhan,” tambahnya.

Di Singapura, misalnya, lonjakan kasus masih masuk kategori pola musiman, bukan gelombang darurat. Varian dominan adalah turunan dari JN.1, yang tidak menyebabkan peningkatan gejala berat.