WASHINGTON, KALIMANTANLIVE.COM – Dunia ilmiah kembali dibuat waspada oleh peringatan serius: megatsunami raksasa setinggi 300 meter bisa mengancam pesisir Amerika Serikat dalam waktu yang tidak dapat diprediksi. Bahaya mengintai di balik keindahan lautan Pasifik, dan jutaan jiwa di wilayah barat AS kini berada dalam bayang-bayang ancaman bencana besar.
Studi terbaru dari Virginia Tech yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences mengungkap bahwa zona subduksi Cascadia, patahan aktif yang membentang dari Kanada hingga California, bisa memicu gempa bumi megathrust yang mematikan. Bila disertai naiknya permukaan laut akibat perubahan iklim, hasilnya: megatsunami yang bisa menyapu bersih pesisir.
# Baca Juga :Mengenang 20 Tahun Tsunami Aceh: Zikir dan Doa Bersama di Masjid Raya Baiturrahman
# Baca Juga :BREAKING NEWS Gempa Landa Tanah Bumbu dan Kotabaru, BMKG: Tidak Perpotensi Tsunami
# Baca Juga :UPDATE Erupsi Gunung Marapi, Jadi Sorotan Media Asing Soal Tsunami dan Jumlah Korban Tewas
# Baca Juga :BMKG: Gempa Magnitudo 7,4 Terjadi di Tanah Bumbu Kalsel, Tak Berpotensi Tsunami
Apa Itu Megatsunami?
Megatsunami bukanlah tsunami biasa. Ini adalah gelombang laut raksasa dengan ketinggian yang bisa mencapai ratusan meter, terbentuk akibat perpindahan besar massa air—baik karena gempa bumi, longsor besar, maupun letusan gunung berapi.
Sejarah mencatat, megatsunami telah menghancurkan permukiman dalam hitungan menit, menyisakan kehancuran total.
Tiga Wilayah Paling Rawan di AS
1. Pantai Barat Amerika Serikat (California, Oregon, Washington)
Zona Cascadia diperkirakan memiliki peluang 15 persen untuk memicu gempa bumi magnitudo 8,0 atau lebih dalam 50 tahun ke depan.
“Penurunan daratan akibat gempa bisa mencapai 2 meter, memperluas wilayah banjir dan memperlambat pemulihan pasca-bencana,” jelas Tina Dura, peneliti utama dari Virginia Tech.
Wilayah ini memang belum mengalami gempa besar sejak 1700, tetapi karena berada di jalur “Ring of Fire”, potensi ancamannya tetap tinggi.
2. Alaska
Medan curam dan aktivitas seismik yang sering menjadikan Alaska sebagai wilayah paling tidak stabil secara geologis. Tambahan ancaman datang dari pemanasan global yang melelehkan gletser, membuat lereng gunung rawan longsor besar ke laut—pemicu klasik megatsunami.
3. Hawaii
Pulau-pulau vulkanik di Hawaii menyimpan sejarah panjang megatsunami. 105.000 tahun lalu, longsor raksasa dari gunung berapi menciptakan gelombang setinggi 300 meter yang menghantam Pulau Lanai. Kini, Mauna Loa dan Kilauea masih aktif dan berpotensi memicu bencana serupa jika longsor besar terjadi ke laut.
Bukan Sekadar Teori: Ini Ancaman Nyata!
Para ilmuwan menegaskan bahwa ini bukan skenario film Hollywood, melainkan risiko nyata di masa depan. Jika megatsunami terjadi, jutaan warga pesisir—terutama di dataran rendah dan muara sungai—akan terdampak langsung.
“Hampir semua komunitas di kawasan estuari berada di zona yang bisa tenggelam,” ujar Tina Dura.







