KALIMANTANLIVE.COM, JAKARTA – Perubahan warna dan corak Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia kembali menuai sorotan publik. Namun pihak Istana meminta masyarakat tidak memperbesar persoalan ini, karena dianggap sebagai bagian dari perawatan rutin.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO), Hasan Nasbi, menjelaskan bahwa pengecatan ulang merupakan prosedur standar dalam maintenance atau pemeliharaan berkala. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas pesawat dan mencegah kerusakan seperti korosi maupun oksidasi.
“Kalau biasanya mobil kepresidenan warna hitam, hari ini jadi putih ya enggak masalah,” ujar Hasan saat acara diskusi di Jakarta, Sabtu (17/5/2025).
# Baca Juga :Tak Mampu Ikuti Irama Prabowo, Dirut Bulog Dicopot! Ini Alasan Mengejutkan dari Kementan
# Baca Juga :Bill Gates Gelontorkan Rp2,6 Triliun untuk Indonesia, Presiden Prabowo Ungkapkan Sejak 2009!
# Baca Juga :Bill Gates Mendarat di Jakarta! Langsung Bertemu Presiden Prabowo Bahas Program Makan Bergizi Gratis
# Baca Juga :HEBOH! Bill Gates Hari Ini Terbang ke Indonesia Temui Prabowo, Siap Guyur Dukungan Program MBG!
“Jangan dibesar-besarkan, ini cuma pemeliharaan rutin.”
Beda Presiden, Beda Warna
Sejak beroperasi pertama kali pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 5 Mei 2014, Pesawat Kepresidenan sudah beberapa kali berganti tampilan. Di era SBY, pesawat tampil dengan dominasi warna biru, yang kala itu disebut menjadi simbol efisiensi negara karena mengurangi beban biaya sewa pesawat komersial untuk perjalanan dinas presiden.
Masuk era Presiden Jokowi, livery pesawat berubah menjadi merah dengan aksen putih, menonjolkan kesan dinamis dan modern. Pesawat ini pun dijuluki “Indonesia One”.
Kini, di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Pesawat Kepresidenan A-001 kembali mengalami perubahan. Tampilan barunya memiliki dominasi warna putih bersih, dipadukan dengan garis merah horizontal di atas dan bawah jendela, serta tulisan “Republik Indonesia” berwarna hitam dengan jenis font yang berbeda dari sebelumnya.
Warna baru ini pertama kali diamati saat pesawat mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada 14 April 2025.
“Cuma Cat, Biasa Aja”







