KALIMANTANLIVE.COM – Tottenham Hotspur menciptakan sejarah baru di Eropa! Klub asal London Utara itu berhasil mengalahkan Manchester United dengan skor tipis 1-0 dalam laga final Liga Europa 2024/2025 yang berlangsung di Stadion San Mames, Bilbao, Kamis (22/5/2025) dini hari WIB.
Gol tunggal yang menentukan gelar juara dicetak oleh penyerang muda asal Wales, Brennan Johnson, hanya tiga menit sebelum babak pertama berakhir. Kemenangan ini bukan hanya memastikan trofi Liga Europa pertama bagi Spurs, tetapi juga mengakhiri penantian panjang mereka sejak gelar terakhir di Piala Liga 2008 dan trofi Eropa terakhir pada 1984 silam.
# Baca Juga :Final Liga Europa: Tottenham vs Man United, Siapa yang Lebih Siap Menang?
# Baca Juga :Wasit Felix Zwayer Pimpin Final Liga Europa MU vs Tottenham, Pernah Terlibat Skandal Pengaturan Skor
# Baca Juga :Manchester United Tak Tersentuh Kekalahan dan Tembus Final Liga Europa, Jadi Klub Elit yang Langka!
# Baca Juga :Manchester United Libas Bilbao 4-1, Tembus Final Liga Europa—Amorim: “Kalau Gagal, Semua Ini Sia-Sia!
Babak Pertama: Gol Bersejarah Brennan Johnson
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi, tetapi minim peluang berarti dalam 30 menit pertama. Kedua tim tampak kesulitan menguasai permainan dan menciptakan kombinasi yang efektif. Hal ini tak lepas dari catatan inkonsistensi keduanya musim ini, yang secara total telah mengalami 39 kekalahan.
Namun, pada menit ke-41, Tottenham akhirnya memecah kebuntuan. Umpan silang dari Pape Matar Sarr disambut Brennan Johnson yang lolos dari kawalan Luke Shaw dan Patrick Dorgu. Meski tembakan pertamanya sempat diblok, Johnson berhasil menyambar bola pantulan yang akhirnya bersarang di gawang Manchester United—sempat menyentuh Shaw sebelum melintas garis. Spurs pun unggul 1-0.
Gol ini sangat spesial, mengingat Tottenham gagal mencetak gol dalam lima laga final terakhir mereka, termasuk final Liga Champions 2019 dan tiga edisi final Piala Liga (2009, 2015, 2021).
Babak Kedua: MU Menekan, Spurs Bertahan Total
Setelah turun minum, Manchester United mencoba meningkatkan tekanan demi menyamakan kedudukan. Namun, lini belakang Spurs tampil solid. Micky van de Ven dan Richarlison sama-sama mendapat kartu kuning akibat pelanggaran keras kepada pemain Setan Merah.
Van de Ven menjadi pahlawan di lini belakang setelah menggagalkan sundulan berbahaya dari Rasmus Hojlund pada menit ke-68. Kiper Guglielmo Vicario sempat salah mengantisipasi bola, tetapi Van de Ven berhasil menyapu bola yang nyaris masuk lewat aksi akrobatik.
Peluang emas kembali hadir melalui Bruno Fernandes, namun sundulan kepalanya yang tak terkawal masih melenceng. Alejandro Garnacho juga memaksa Vicario melakukan penyelamatan penting pada menit ke-74.
Dalam lima menit terakhir, Harry Maguire didorong ke depan sebagai penyerang tambahan, namun usaha Manchester United tetap buntu. Di penghujung laga, tepatnya menit ke-97, Luke Shaw nyaris mencetak gol penyeimbang lewat sundulan keras, namun Vicario kembali jadi tembok kokoh di bawah mistar Spurs.







