Masalah Lahan Desa Karendan Barito Utara, Ini Kata Pelapor dan Penjelasan Mengagetkan Kades dan PRI

BANTAHAN DAN PENJELASAN PRI

Sumber selanjutnya yang Kalimantan Live mintai konfirmasi adalah warga Karendan berinisial PRI yang dituding menawarkan tanah pada mulanya.

PRI dan masyarakat pemilik awal. Ladang berpindah, kata PRI, bukan memaksa dia membeli lahan. Tapi memang kemauan meraka membeli ladang pihaknya. Dapat dibuktikan dengan perjanjian jual beli, jelas PRI.

“Kami juga sudah memenuhi kewajiban kami sebelum menjual ladang berpindah tersebut, kami juga sudah membawa meraka cek fisik lapangan tidak semata menjual diatas meja,” jelas PRI ramah.

Pihaknya juga sudah menyampaikan ke yang bersangkutan untuk cek lahan miliknya dan bukan tangung jawab pihaknya untuk menjaga dan mengurus ladang berpindah yang sudah mereka jual, tutur PRI.

Terkait tumpang tindih, karena yang bersangkutan mengurus surat surat sendiri ke desa. Surat sudah dipegang masing-masing, saudara Mariadi dan kawan-kawan juga tidak mengelola lahan, paparnya dia.

Seperti surat Peryataan tanah yang dimilikinya masing-masing di point C sebagai akibat menguasai tanah, PRI bersedia memenuhi segala ketentuan yang diatur oleh Pemerintah.

“Apabila ternyata terbukti surat pernyataan ini tidak benar, maka saya bersedia dituntut berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku,” tegasnya.

Menurut PRI, jika dalam jual beli ladang berpindah pihaknya tersebut, Mariadi dan kawan-kawan mempermasalahkan, maka pihaknya selaku perwakilan masyarakat pemilik ladang berpindah siap mengembalikan modal modal yang sudah diberikan sesuai dengan perjanjian yang disepakati bersama.

“Karena kami hanya menjalankan perintah dan sesuai dengan keinginan pemodal itu sendiri, modal tersebut akan kami pertanggungjawabkan. Namun ladang berpindah milik kami akan kembali menjadi hak milik kami seutuhnya dan kami tidak mau tau ladang berpindah kami yang sudah dijual ke pihak lain oleh mariadi dan kawan-kawan,” kata PRI.

Mariadi serta kawan-kawannya sudah menjual lahan ke pihak lain dengan harga tinggi. Dirinya selaku perwakilan pemilik ladang siap mengembalikan modal meraka dengan waktu yang ditentukan pihaknya jika meraka merasa keberatan.

“Kami juga keberatan berkerjasama dengan meraka menjual dengan harga tinggi ke pihak lain dan kami sering ditelpon orang tidak dikenal mempertanyakan ladang yang kami jual tersebut,” kata PRI.