KALIMANTANLIVE.COM – Tom Cruise kembali memacu adrenalin di layar lebar lewat film terbaru Mission: Impossible – The Final Reckoning, yang resmi tayang minggu ini. Namun di balik ledakan aksi dan misi penyelamatan dunia, Cruise punya tugas lebih berat di dunia nyata: memastikan film pamungkas ini tak jadi misi gagal secara finansial.
Film ini merupakan kelanjutan dari Mission: Impossible – Dead Reckoning (2023) yang secara mengejutkan tampil melempem di box office. Meski demikian, antusiasme terhadap karakter ikonik Ethan Hunt masih tinggi, apalagi ini disebut-sebut sebagai penampilan terakhir Cruise dalam waralaba yang sudah mengangkat namanya selama hampir tiga dekade.
# Baca Juga :Terinspirasi Film, Bocah 9 Tahun Bakar 13 Rumah Warga Sukabumi, Warga Usir Keluarganya!
# Baca Juga :Geger di Lombok Barat! 22 Santriwati Jadi Korban Pelecehan Pimpinan Ponpes, Mirip Adegan Film ‘Bidaah’!
# Baca Juga :UPDATE! Persaingan Film Lebaran 2025: Jumbo Tembus 3,5 Juta Penonton, Norma Masih Tertinggal Jauh
Anggaran Fantastis: Salah Satu yang Termahal Sepanjang Masa
Menurut laporan terbaru, biaya produksi Mission: Impossible 8 menembus angka fantastis, yakni sedikitnya USD 400 juta atau setara Rp 6,73 triliun. Dengan angka sebesar itu, film ini masuk jajaran film paling mahal dalam sejarah Hollywood, bersanding dengan Star Wars: The Rise of Skywalker (USD 416 juta), Jurassic World: Fallen Kingdom (USD 432 juta), dan Star Wars: The Force Awakens (USD 447 juta).
Padahal, sejak awal film ini tak direncanakan memiliki bujet sebesar itu. Biaya membengkak akibat berbagai penundaan produksi, termasuk pandemi COVID-19 dan aksi mogok massal para pekerja Hollywood sepanjang 2023. Awalnya, film ini diprediksi menelan biaya serupa dengan Dead Reckoning (sekitar USD 300 juta), namun ambisi besar proyek dan kendala teknis membuat anggaran terus naik.
Target Box Office: Minimal Rp 16,8 Triliun untuk Balik Modal
Dengan bujet segila itu, film ini tak bisa sekadar “laku biasa.” Dalam perhitungan industri, sebuah film besar perlu meraup 2,5 kali lipat dari bujetnya untuk bisa dianggap untung. Artinya, The Final Reckoning harus meraup setidaknya USD 1 miliar atau sekitar Rp 16,8 triliun agar tak merugi.
Awal yang Menjanjikan tapi Kompetisi Ketat
Untungnya, film ini diperkirakan bakal memulai debut box office dengan cukup kuat. Karena tayang bertepatan dengan libur panjang Memorial Day di Amerika Serikat, pre-sale tiket disebut-sebut melonjak. Proyeksi awal menyebut film ini akan mencatatkan pendapatan pembuka sekitar USD 80 juta, angka terbesar dalam sejarah waralaba Mission: Impossible.







