Hari Jadi Kalteng ke-68, Pembangunan Harus Memperhatikan Kelestarian Lingkungan dan Pemberdayaan Warga Lokal

PALANGKARAYA, Kalimantanlive.com – Pembangunan di Provinsi Kalimantan Tengah diharapkan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Bukan hanya itu, fokus pembangunan yang diprogramkan pun jangan sampai terjadi ketimpangan terhadap penduduk yang bermukim di perkotaan dan dipelosok Bumi Tambun Bungai.

Sudah selayaknya pada hari ulang tahun Kalteng ke – 68, pembangunan harus adil dan merata bukan hanya untuk perkotaan saja tetap juga hingga ke daerah pelosok.

Lebih dari itu, sorotan sejumlah kalangan juga tertuju pada mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat secara menyeluruh.

Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh, menilai hingga saat ini masih terjadi kesenjangan pembangunan antara perkotaan daerah pelosok Kalteng.

Tentunya, hal ini patut jadi perhatian pengambil kebijakan di daerah, agar pembangunan merata hingga ke daerah pinggiran kota, sehingga warga pelosok tidak lagi kesulitan mengakses layanan dasar.

“Saya berharap pembangunan bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan layanan lainnya harus merata hingga ke daerah pelosok, ini harus jadi komitmen kita bersama,” tegasnya.

Ketua DPW Partai NasDem Kalteng, Ini minta momentum hari jadi provinsi ini harus dijadikan refleksi bersama.

Terutama dalam memperkuat komitmen pembangunan yang inklusif dan berkeadilan sehingga kue pembangunan bisa dirasakan oleh masyarakat di daerah pinggiran kota.

Baca Juga :

“Capaian pembangunan harus terus dievaluas dan fokus pada pembangunan infrastruktur dasar, pendidikan, dan kesehatan, terutama di wilayah pedalaman dan daerah perbatasan,” ujar Faridawaty, Jumat (23/5/2025).

Faridawaty yang saat ini duduk di Komisi III DPRD Kalteng terus berupaya memperjuangkan bidang kesejahteraan rakyat, pendidikan, kesehatan dan lainnya.

Dia juga mendorong agar pembangunan di Kalteng senantiasa memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal.