KALIMANTANLIVE.COM – Aktris kenamaan Sandra Bullock pernah mengalami kejadian yang sangat traumatis dalam hidupnya. Insiden tersebut terjadi pada tahun 2014, ketika rumah mewahnya di Bel Air, Los Angeles, dibobol oleh seorang pria bernama Joshua James Corbett.
Dalam wawancara emosional di acara Red Table Talk, Sandra Bullock mengenang malam mencekam itu. Ia mengungkapkan bahwa dirinya mengalami serangan panik hebat hingga membuatnya menderita Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD).
# Baca Juga :Yamaha Music Manufacturing Asia Buka Lowongan Operator Produksi Mei 2025 — SMA/SMK Bisa Lamar!
# Baca Juga :Resmi! Subsidi Motor Listrik Rp 7 Juta Lanjut Lagi Mulai Juni 2025
# Baca Juga :PT Sumatera Dinamika Utama Buka Lowongan HR Officer Mei 2025, Terbuka untuk Lulusan Terkait!
# Baca Juga :PM China Li Qiang Tiba di Jakarta Hari Ini, Besok Bertemu Prabowo di Istana!
“Aku bersembunyi di ruang ganti dan berpikir, ‘Ini tidak akan berakhir baik. Mungkin ini hari terakhirku hidup,'” ujarnya penuh emosi.
😔 Anaknya Nyaris Jadi Korban
Sandra merasa sedikit lega karena pada malam itu, ia sedang sendirian di rumah, sementara sang putra angkat, Louis, sedang berada di apartemen sang suster.
“Salah satu susternya bilang, ‘Biar aku bawa Louis ke apartemenku karena kamu pulang larut malam.’ Itu menyelamatkan nyawa.”
Yang membuat Sandra semakin syok adalah fakta bahwa si pembobol bersembunyi di kamar Louis. Jika anaknya ada di rumah, menurutnya, tragedi besar bisa saja terjadi.
💔 Hidup Tak Lagi Sama
Kejadian itu mengubah hidup Sandra Bullock sepenuhnya.
“Sejak kejadian itu, aku bukan lagi diriku yang dulu. Pikiranku jadi kacau, aku tak pernah mau sendirian di rumah lagi,” ungkapnya.
Tak lama setelah peristiwa tersebut, Joshua James ditangkap di sekitar lokasi. Namun beberapa tahun kemudian, pria itu mengakhiri hidupnya sendiri setelah konfrontasi dengan polisi.
“Ada konfrontasi dengan tim SWAT, dan ia memilih bunuh diri. Sungguh disayangkan. Ia seharusnya menghadapi proses hukum yang berlaku,” kata Sandra.










