Guna mencegah eskalasi Karhutla tersebut, pihaknya menyoroti beberapa wilayah yang berpotensi salah satunya lahan gambut yang dikenal rentan terbakar.
Pasalnya, hal itu menyusul berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan peningkatan risiko kebakaran pada Juli hingga September mendatang.
“Sebaran hotspot di Kalimantan Selatan menunjukkan kecenderungan peningkatan. Dengan dominasi lahan gambut, upaya pemadaman menjadi lebih sulit dan kompleks. Karena itu, pencegahan dan deteksi dini menjadi sangat penting,” lanjut Kapolres.
Ia juga menegaskan, pentingnya sinergi fan koordinasi lintas sektor hingga kalangan masyarakat dalam mengantisipasi dan penanganan Karhutla.
“Pencegahan adalah kunci, dan peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar tidak terjadi kebakaran lahan yang merusak lingkungan dan mengganggu kehidupan,” tegasnya.
Kalimantanlive.com/ A Hidayat







