“Pemerintah akan mendorong penggunaan APBD untuk membiayai pembangunan infrastruktur pendukung di desa-desa yang belum terjangkau internet. Target kami, dalam waktu tiga tahun ke depan seluruh desa di Kotabaru dapat terhubung secara digital,” tambahnya.
Kepala Desa Semayap Hj. Hamiah dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan pemerintah daerah menjadikan desanya sebagai percontohan. Ia berharap program ini mampu membuka lebih banyak peluang bagi warganya untuk mempromosikan produk dan potensi lokal ke tingkat yang lebih luas.
“Dengan menjadi Desa Digital, kami ingin memperkenalkan potensi masyarakat kami—dari produk UMKM hingga kekayaan budaya—agar bisa dikenal dan menjangkau pasar lebih luas melalui teknologi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh perangkat desa dan masyarakat agar transformasi digital dapat berjalan maksimal.
Peluncuran dua desa percontohan ini menjadi titik awal bagi Kabupaten Kotabaru untuk mewujudkan pemerintahan desa yang berbasis teknologi. Pemerintah berharap program ini dapat menjadi model yang direplikasi ke desa-desa lain, sehingga terjadi pemerataan akses dan kualitas pelayanan publik di seluruh wilayah.
Dengan peluncuran ini, Kabupaten Kotabaru menyatakan komitmennya untuk menjadi bagian dari transformasi digital nasional, sekaligus mendorong percepatan pembangunan desa yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Peluncuran ini ditandai dengan deklarasi resmi bahwa Desa Semayap dan Desa Gunung Sari telah menjadi Desa Digital pertama di Kabupaten Kotabaru.
Kalimantanlive.com
Sumber : Diskominfo







