KALIMANTANLIVE.COM, YOGYAKARTA – Paracetamol dikenal luas sebagai obat bebas yang efektif meredakan demam dan nyeri ringan hingga sedang. Namun, tahukah Anda bahwa konsumsi paracetamol dalam jangka panjang bisa menimbulkan risiko kesehatan serius?
Pakar farmasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Zullies Ikawati, mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap enteng penggunaan obat ini secara terus-menerus, meskipun tergolong aman dalam penggunaan jangka pendek dan sesuai dosis.
# Baca Juga :Kemenag Luncurkan Program TBQ, Siswa Sekolah Umum Kini Wajib Belajar Baca Al-Qur’an
# Baca Juga :OnePlus Ace 5 Ultra & Racing Resmi Dirilis! Desain Kembar, Performa Berbeda, Harga Mulai Rp 4 Jutaan
# Baca Juga :Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp 28.000 per Gram, Simak Daftarnya!
# Baca Juga :Diskon Listrik 50 Persen Resmi Diumumkan! Siapa Saja yang Berhak dan Bagaimana Cara Mendapatkannya?
Aman untuk Jangka Pendek, Tapi…
Paracetamol atau asetaminofen adalah obat yang masuk dalam golongan analgetik dan antipiretik, yang artinya berfungsi sebagai pereda nyeri dan penurun panas.
“Penggunaan paracetamol memang tergolong aman dalam dosis terapeutik. Namun, bila digunakan secara terus-menerus tanpa pengawasan medis, tetap berisiko menimbulkan efek samping,” ujar Prof. Zullies kepada Kompas.com, Kamis (17/4/2025).
Obat ini bekerja langsung di sistem saraf pusat, mengurangi ambang nyeri dan menurunkan demam. Namun berbeda dengan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), paracetamol tidak memiliki efek antiinflamasi kuat.
Risiko Utama: Kerusakan Hati dan Ginjal
Prof. Zullies menjelaskan bahwa efek samping jangka panjang dari konsumsi paracetamol lebih mengarah pada kerusakan hati (hepatotoksisitas), terutama jika:
Diminum lebih dari 4 gram per hari
Dikonsumsi bersamaan dengan alkohol
Digabung dengan obat lain yang bersifat hepatotoksik
Selain hati, ginjal juga bisa terdampak, walau risikonya lebih rendah dibandingkan dengan NSAID seperti ibuprofen atau naproxen.
“Beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi paracetamol jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis, khususnya jika disertai faktor risiko lain seperti dehidrasi, hipertensi, atau penggunaan bersamaan dengan NSAID,” jelasnya.
Gejala Awal Kerusakan Hati dan Ginjal yang Perlu Diwaspadai
Berikut gejala yang bisa muncul akibat efek samping jangka panjang paracetamol:
Kerusakan hati (liver):
Rasa lelah berlebihan
Mual ringan
Nyeri pada perut kanan atas
Urine berwarna gelap










