KALIMANTANLIVE.COM, JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia resmi meluncurkan program Tuntas Baca Qur’an (TBQ) untuk sekolah umum di seluruh jenjang pendidikan. Langkah ini diambil untuk mengatasi krisis literasi Al-Qur’an di kalangan siswa Muslim yang selama ini dianggap memprihatinkan.
Program ini akan diterapkan mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga SLB, menyasar siswa Muslim agar bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, sesuai kaidah tajwid.
# Baca Juga :OnePlus Ace 5 Ultra & Racing Resmi Dirilis! Desain Kembar, Performa Berbeda, Harga Mulai Rp 4 Jutaan
# Baca Juga :Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp 28.000 per Gram, Simak Daftarnya!
# Baca Juga :Diskon Listrik 50 Persen Resmi Diumumkan! Siapa Saja yang Berhak dan Bagaimana Cara Mendapatkannya?
# Baca Juga :Final UEFA Conference League: Chelsea Siap Tantang Real Betis di Wrocław
Hasil Survei Mengejutkan, Literasi Al-Qur’an Masih Rendah
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengungkapkan bahwa data terbaru dari Ditjen Bimas Islam mencatat hanya 42,44 persen umat Islam di Indonesia yang mampu membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang tepat.
Lebih mengkhawatirkan lagi, survei gabungan BPS dan IIQ menunjukkan bahwa 53 hingga 65 persen penduduk Indonesia tidak mampu membaca Al-Qur’an sama sekali.
“Ini tentu berdampak besar pada kualitas keimanan siswa Muslim. Program TBQ adalah bentuk ikhtiar kolektif dan bisa menjadi amal jariyah bagi semua yang terlibat,” ungkap Nasaruddin saat membuka peluncuran program di Balai Diklat Keagamaan Jakarta, Selasa (27/5/2025).
Bukan Sekadar Baca, tapi Menanamkan Nilai Akhlak
Lebih dari sekadar membaca teks, Nasaruddin menegaskan pentingnya membumikan nilai-nilai Al-Qur’an sejak dini. Harapannya, siswa tak hanya menjadi cerdas secara intelektual, tapi juga unggul dalam akhlak dan spiritualitas.
“Al-Qur’an bukan hanya kitab suci, tetapi pedoman hidup. Anak-anak kita harus tumbuh menjadi ilmuwan yang beriman dan berakhlak mulia,” tegasnya.
Guru PAI Wajib Lolos Asesmen Sebelum Mengajar
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menambahkan bahwa pelaksanaan program TBQ dimulai dengan asesmen guru dan pengawas PAI, khususnya di Provinsi Daerah Khusus Jakarta.
Sebanyak 100 guru dan pengawas PAI mengikuti asesmen tatap muka, sementara peserta lainnya akan menjalani asesmen daring.
Asesmen Tajwid Ketat: Makharijul Huruf hingga Hukum Mad







