KALIMANTANLIVE.COM – Kabar baik bagi jutaan masyarakat Indonesia! Pemerintah resmi mulai menyalurkan bantuan sosial (bansos) tahap II tahun 2025 kepada 16,5 juta keluarga penerima manfaat (KPM), dengan total anggaran mencapai Rp 10 triliun.
Penyaluran ini mencakup dua program utama yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
# Baca Juga :Waspada Daging Kurban! Ini Kata Dokter Soal Konsumsi Daging bagi Penderita Hipertensi dan Kolesterol
# Baca Juga :Dipermalukan Tim Gabungan ASEAN! Bruno Fernandes Buka Suara Usai Manchester United Keok di Malaysia
# Baca Juga :Prakiraan Cuaca Kamis 29 Mei 2025, BMKG: Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur Hujan Lebat
# Baca Juga :Kepala OJK Kalsel: Sektor Jasa Keuangan Stabil di Tengah Meningkatnya Dinamika Global
“Penyaluran mulai dilakukan hari ini secara bertahap,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam keterangan resmi, Rabu (28/5/2025) petang.
Gunakan Data DTSEN, Penyaluran Bansos Diklaim Lebih Tepat Sasaran
Tahap II penyaluran bansos PKH dan BPNT kali ini menggunakan acuan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Dengan basis data terbaru ini, Kemensos berupaya memastikan bantuan benar-benar diterima oleh yang paling membutuhkan.
Menariknya, hasil pemutakhiran data menunjukkan sebanyak 1,8 juta KPM dinyatakan tidak lagi layak menerima bantuan.
“Mereka sebagian besar berada di desil 6 ke atas. Artinya, kondisi ekonominya sudah membaik dan lebih mandiri, tidak lagi termasuk kelompok desil 1–3,” jelas Saifullah.
Sebagai penggantinya, alokasi bantuan akan dialihkan kepada kelompok miskin ekstrem yang lebih membutuhkan.
Data 1,8 Juta KPM Dihapus, Siapa Saja yang Masuk?
Kemensos mengungkapkan bahwa proses pemutakhiran data DTSEN dilakukan secara berlapis dan transparan, melibatkan dua jalur utama:
Jalur formal melalui integrasi data antar lembaga
Jalur partisipatif melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos yang menyediakan fitur Usul dan Sanggah
“Kami minta masyarakat aktif melengkapi syarat jika ingin mengusulkan atau menyanggah data melalui aplikasi Cek Bansos,” tegas Saifullah.







