Geger! AS Tangguhkan Visa, Kemdiktisaintek Siapkan Evakuasi Mahasiswa Indonesia ke Negara Lain

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Dunia pendidikan Indonesia diguncang kabar mengejutkan dari Amerika Serikat! Pemerintah AS resmi menangguhkan penerbitan visa bagi mahasiswa internasional serta menghentikan seluruh proses wawancara visa pelajar di kedutaan besar AS di berbagai negara. Merespons situasi ini, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ( Kemdiktisaintek ) RI langsung bersikap sigap.

Menteri Kemdiktisaintek, Brian Yuliarto, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dan memastikan tidak ada satu pun mahasiswa penerima beasiswa Kemdiktisaintek yang kuliahnya di AS akan terbengkalai akibat kebijakan tersebut.

# Baca Juga :Akhirnya Pemerintahan Presiden Donald Trump Mengumumkan Keluarnya Elon Musk dari Gedung Putih

# Baca Juga :Rencana Penutupan Jalan di Ujung Runway Bandara H Asan Sampit Jadi Sorotan DPRD Kotim

# Baca Juga :Polres Balangan Raih Penghargaan IKPA Terbaik Nasional, Kapolres Apresiasi Kinerja Personel

# Baca Juga :Reses Anggota DPRD Kalteng ke Daerah, Warga Keluhkan Pembangunan Infrastruktur Belum Merata

“Kami akan berkomunikasi dengan universitas internasional unggulan di berbagai negara untuk menjajaki kemungkinan pemindahan mahasiswa ke negara lain. Kami juga akan berkoordinasi dengan universitas dalam negeri untuk skenario alternatif,” ujar Brian dalam siaran pers resmi, Kamis (29/5/2025).

AS Perketat Aturan, Pemeriksaan Media Sosial Mahasiswa Jadi Sorotan

Dalam memo resmi yang dirilis Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, disebutkan bahwa selain penangguhan visa, pemerintah AS juga akan memberlakukan pemeriksaan terhadap akun media sosial para pelamar visa. Langkah ini merupakan bagian dari verifikasi tambahan yang kini menjadi prosedur standar.

Menanggapi hal itu, Brian menegaskan bahwa pemerintah Indonesia akan mengambil peran aktif dan langkah strategis untuk menjamin kelanjutan studi mahasiswa Indonesia di luar negeri, khususnya mereka yang terdampak kebijakan Amerika tersebut.

“Kami juga mengimbau mahasiswa yang saat ini sudah berada di AS agar tidak keluar dari wilayah AS untuk sementara waktu, guna menghindari kendala saat kembali masuk,” tegasnya.