Kecewa Berat pada RUU Andalan Trump, Elon Musk Pilih Mundur: “Orang-orang Membakar Tesla!”

Ketua DPR Mike Johnson turut mengapresiasi kerja Musk dan menyatakan siap melanjutkan reformasi fiskal berdasarkan evaluasi DOGE.

Bisnis Musk Terseret Badai Politik

Posisi Musk sebagai tokoh publik pro-reformasi justru memicu gelombang reaksi keras. Dealer Tesla menjadi sasaran protes, bahkan beberapa unit mobil Tesla dibakar. Pendapatan perusahaan anjlok tajam.

“Orang-orang membakar Tesla. Untuk apa? Itu benar-benar keterlaluan,” keluh Musk.

Masalah juga datang dari SpaceX, yang mengalami kegagalan saat uji coba peluncuran prototipe roket Starship. Roket tersebut meledak di atas Samudra Hindia, menambah tekanan pada portofolio bisnis Musk.
Akhir dari ‘Bromance’ Politik Musk-Trump?

Musk sebelumnya dikenal sebagai pendukung fanatik Trump. Ia bahkan sempat menggelar kampanye pribadi untuk sang presiden dan menyebutnya sebagai “orang hebat yang semakin saya kenal, semakin saya suka”.

Trump pun pernah menyebut Musk sebagai “pahlawan Amerika sejati” dan memberi ruang pamer di Gedung Putih untuk mobil Tesla ketika penjualan menurun.

Namun kini, jalan mereka tampaknya berpisah. Musk mengisyaratkan ingin menarik diri dari dunia politik dan kembali fokus pada bisnis.

“Saya pikir saya sudah cukup berkontribusi di bidang politik,” tutup Musk.

(kalimantanlive.com/kompas/IanJaeger29/berbagai sumber)

editor : TRI