Peringatan HUT ke-75 IGTKI, Gubernur Kalsel Harap Organisasi Jadi Rumah Teduh Bagi Guru TK

Ia juga mendorong IGTKI-PGRI Kalsel untuk terus menjadi organisasi yang solid, kuat, dan mampu menaungi guru-guru TK dengan semangat kebersamaan.

“Jadikan IGTKI sebagai rumah yang teduh dan kokoh untuk para guru. Mari kita tingkatkan sinergi demi kemajuan pendidikan anak usia dini di Kalimantan Selatan,” tambahnya.

BACA JUGA: Gubernur Kalsel Hadiri Haul ke-5 H. Andi Arsyad di Tanah Bumbu, Ribuan Jamaah Padati Tabligh Akbar

Ketua IGTKI-PGRI Kalsel, Noor Lailawati, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh sekitar 2.500 peserta dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.

Dengan tema “Guru TK Bermartabat, Anak Indonesia Hebat, Mendukung Wajib Belajar 13 Tahun Dimulai dari TK,” peringatan ini menekankan pentingnya pendidikan formal sejak taman kanak-kanak.

“Wajib belajar 13 tahun dimulai dari TK karena pendidikan usia dini merupakan pondasi penting bagi perkembangan emosional, sosial, dan kemandirian anak,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru TK semakin meningkat. Meski ada dukungan dana hibah dari pemerintah provinsi, ia menyebut realisasi di lapangan masih belum dirasakan secara merata.

“Insentif yang diterima guru honorer TK masih sangat bervariasi, bahkan ada yang hanya mendapat Rp 1.000 per bulan. Kami berharap ke depan perhatian dan kesejahteraan guru TK bisa lebih ditingkatkan,” pungkasnya.

Sumber: Adpim