Terungkap! 90 Persen Lowongan di Job Fair Cuma Formalitas, HRD Curhat: “Kami Dipaksa Ikut, Bukan Butuh Karyawan”

KALIMANTANLIVE.COM – Sebuah pengakuan mengejutkan datang dari staf HRD sebuah perusahaan peserta job fair. Dalam curhat blak-blakannya, ia mengungkap bahwa 90 persen lowongan kerja yang ditawarkan di bursa kerja hanyalah formalitas belaka.

“Kami nggak benar-benar buka lowongan, tapi harus ikut karena permintaan dari pemerintah. Kalau nggak ikut, bisa didenda,” ungkapnya.

# Baca Juga :Usia Bukan Lagi Penghalang! Menaker Terbitkan Aturan Larangan Diskriminasi dalam Lowongan Kerja

# Baca Juga :Lowongan Kerja Terbaru Mei 2025 di J&T Cargo: Cek Posisi, Syarat, dan Cara Daftar

# Baca Juga :BRI Buka Lowongan Kerja S1 Mei 2025, Ini Posisi dan Syaratnya

# Baca Juga :Kesempatan Karier: Lowongan Asisten Tenaga Kefarmasian di Apotek Yuwan Farma Pekanbaru

Fenomena ini membuat ribuan pencari kerja merasa tertipu. Mereka datang dengan harapan besar, membawa berkas lamaran, bahkan rela antre berjam-jam. Namun kenyataannya, banyak perusahaan tidak berniat melakukan rekrutmen sungguhan.

Lebih miris lagi, pelamar yang membawa “rekomendasi” orang dalam disebut memiliki peluang 70% untuk diterima, asalkan keterampilannya sesuai.

Job Fair Hanya Seremonial?

Curhat HRD ini memperkuat dugaan banyak orang bahwa job fair lebih bersifat seremonial ketimbang fungsional. Banyak perusahaan disebut hanya mengumpulkan data pelamar, bukan melakukan rekrutmen nyata.

Pernyataan ini langsung memicu kemarahan netizen:

“Selamat kalean kena prank dari pemerintah.”

“Perasaan hanya buat ngumpulin database.”

“Temenku juga orang dalam bilang gitu. Makanya males ikut job fair. Berkasnya paling dibuang.”

“Tepat dugaan! Gimana bisa banyak lowongan, padahal di mana-mana PHK?”

“80% info lowongan memang nggak dipublikasikan. Hanya untuk yang punya relasi.”